Filesatu.co.id, BLITAR | UPAYA memperkuat karakter generasi muda terus digencarkan melalui kegiatan sosialisasi bertema kebangsaan. Kegiatan ini digelar di Hall Hotel Grand Mansion II Kanigoro, mengangkat tema “Membangun Karakter Generasi Muda Anak Bangsa Dijiwai Nilai-Nilai Luhur Pancasila” dan dihadiri oleh insan media massa di Blitar Raya. Rabu (29/04/2026).
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI-P, Guntur Wahono, mengajak peran aktif media sebagai garda depan dalam menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila dan pembentukan karakter bagi generasi muda. Bahwa media memiliki pengaruh besar dalam mempromosikan nilai-nilai kebangsaan agar tidak luntur di era digital.
Dalam acara tersebut, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, , menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Ia menyebut media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga mitra penting pemerintah dan partai politik dalam membangun kesadaran publik.
“Media adalah mitra strategis bagi pemerintah daerah dan partai politik. Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam membangun Kabupaten Blitar agar lebih maju dan berdaya saing,” ujar Guntur Wahono.
Senada dengan itu, Kepala Bakesbangpol Blitar, Suhendro Winarso, S.STP, M.Si., yang hadir sebagai narasumber utama, memaparkan lima elemen penting dalam pembangunan bangsa. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Lima elemen penting tersebut meliputi pemerintah, politisi, masyarakat, akademisi, dan media. Kelima unsur ini harus berjalan beriringan dan saling menguatkan,” jelas Suhendro Winarso.
Lebih lanjut, Suhendro menekankan bahwa, media memiliki posisi yang sangat vital sebagai perekat persatuan bangsa. Di tengah derasnya arus informasi dan potensi disinformasi, media diharapkan mampu menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan serta penyambung komunikasi yang sehat antar elemen masyarakat.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar tersebut juga memaparkan strategi konkret yang dapat diterapkan media massa dalam memperkuat kesatuan bangsa. Pertama, melalui jurnalisme damai dengan prinsip cover both sides serta menghindari diksi provokatif pada isu-isu sensitif. Kedua, meningkatkan literasi media dengan mengedukasi publik untuk melakukan cek fakta dan menyaring informasi sebelum dibagikan.
“Menerapkan agenda setting yang berimbang, termasuk memberikan porsi pemberitaan lebih luas bagi daerah 3T agar tercipta representasi yang adil. Keempat, memperkuat kolaborasi antara Dewan Pers, Kominfo, dan platform digital dalam membangun sistem moderasi konten, khususnya terkait isu SARA,” imbuh Suhendro Winarso.
Suhendro Winarso menegaskan bahwa, menegakkan kode etik jurnalistik dan pedoman media siber secara konsisten, terutama dalam menjaga keberimbangan berita serta menghindari konten yang bersifat diskriminatif.
“Media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun narasi kebangsaan, menjaga keutuhan, serta menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan peran ini, media menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesatuan bangsa,” tandasnya.
Sementara itu, perwakilan media, Arif, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap komunikasi dan kolaborasi yang telah terbangun tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus diperkuat secara berkelanjutan.
“Semoga sinergi ini tidak terhenti, tetapi semakin kuat dan berkelanjutan. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih, semoga kerja sama ini membawa keberkahan bagi semua pihak,” ungkap Arif.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara media, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta memperkuat persatuan di Kabupaten Blitar. ***










