Filesatu.co.id, Sampang | Pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersumber dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Sampang, Madura, diduga mengalami kendala serius. Pasalnya, dapur SPPG yang dikelola Yayasan Kumala Bhayangkari Cabang Sampang dikabarkan sudah tidak lagi beroperasi sejak beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas dapur SPPG Polres Sampang disebut telah berhenti cukup lama. Terhentinya operasional itu diduga berkaitan dengan mundurnya kepala SPPG, yang berimbas pada terhentinya distribusi makanan kepada para penerima manfaat (PM) yang sebelumnya telah terikat kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU).
“Dapur Polres Sampang sudah lama tidak beroperasi. Kepala SPPG-nya dikabarkan mundur, tapi saya tidak tahu pasti penyebabnya,” ujar seorang sumber berinisial R, Senin (13/4/2026) kemarin.
Mandeknya distribusi MBG tersebut juga dibenarkan pihak sekolah penerima manfaat. Humas SMA Negeri 1 Sampang, Hamid, mewakili Kepala Sekolah Suhaili, mengatakan bahwa siswa di sekolahnya sudah lebih dari satu bulan tidak lagi menerima bantuan makanan bergizi tersebut.
“MBG di sekolah kami sebelumnya dikirim dari SPPG Polres Sampang. Terakhir kami menerima sebelum bulan puasa. Sampai sekarang setelah sekolah aktif kembali belum ada distribusi lagi. Informasinya karena ada pergantian kepala SPPG dan masih menunggu pejabat yang baru,” jelas Hamid.
Menurutnya, para siswa mulai mempertanyakan kelanjutan program tersebut lantaran sudah terbiasa menerima manfaat dari program MBG sebelum penghentian distribusi terjadi.
“Kami berharap SPPG Polres Sampang segera kembali menyalurkan MBG, karena banyak siswa yang sudah menanyakan program ini,” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, mantan Kepala SPPG Polres Sampang, Imamatul Maghfiroh, maupun Koordinator Wilayah SPPG Sampang, Ratna, belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi untuk konfirmasi. Upaya konfirmasi lanjutan masih terus dilakukan kepada pihak terkait. (Fal)










