Filesatu.co.id, Lumajang | Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan moral generasi muda di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Komitmen itu mengemuka saat Bupati Lumajang Indah Amperawati menerima audiensi Kementerian Agama Kabupaten Lumajang terkait pelaksanaan Wisuda Akbar Tartil dan Tahfidz, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan yang akan diikuti sekitar 4.500 santri Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Lumajang itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Semeru pada (23/5/2026).
Bupati Indah menilai pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca atau menghafal, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter generasi sejak usia dini.
“Generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an akan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan bermartabat. Ini investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” ujarnya.
Menurut Indah, penguatan pendidikan berbasis nilai agama menjadi kebutuhan penting ketika anak-anak tumbuh di era digital yang terbuka terhadap berbagai pengaruh luar. Ia menekankan pembangunan manusia yang kuat harus dimulai dari nilai dasar yang membentuk cara berpikir dan perilaku generasi muda.
“Kalau anak-anak sejak kecil dibiasakan mencintai Al-Qur’an, maka mereka tumbuh dengan akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Ini modal utama membangun Lumajang ke depan,” tegasnya.
Indah menambahkan, pembangunan daerah saat ini tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas manusia menjadi faktor utama yang menentukan arah kemajuan daerah dalam jangka panjang. Karena itu, pendidikan agama dipandang sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan sosial dan membentuk generasi yang berintegritas.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, mengatakan keterlibatan 4.500 santri menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan Al-Qur’an.
“Ini bukan sekadar wisuda. Ini ikhtiar bersama membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai dan akhlak,” katanya.
Pemkab Lumajang menilai pendidikan Al-Qur’an menjadi investasi karakter. Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan empati yang ditanamkan melalui pembelajaran agama dianggap sebagai modal sosial penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dukungan terhadap Wisuda Akbar Tartil dan Tahfidz ini, kata Indah, menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak hanya diukur dari kecakapan akademik, tetapi juga dari kuatnya karakter dan moral generasi.**










