Filesatu.co.id, Lumajang | Nama Kabupaten Lumajang kembali harum di kancah internasional. Seorang pelajar asal Lumajang berhasil memperkenalkan potensi wisata dan budaya Indonesia kepada siswa dari berbagai negara dalam kelas internasional di Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan.
Muhammad Afif Darell Ozora Toga, 17 tahun, yang juga dikenal sebagai Li Zunfeng, memanfaatkan tugas presentasi lintas budaya untuk mengangkat Air Terjun Tumpak Sewu sebagai destinasi unggulan Lumajang–Malang.
Di hadapan peserta dari Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, dan negara Asia lainnya, Darell memilih pendekatan personal. Ia menampilkan pengalamannya sendiri saat turun langsung menikmati keindahan Tumpak Sewu, bukan sekadar data umum.
“Karena saya pernah ke Tumpak Sewu dan turun langsung menikmati keindahannya, saya ingin teman-teman internasional juga merasakan pesona Lumajang. Saya ingin mereka datang dan melihat sendiri keindahan alam yang kita miliki,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Dari Panorama Alam ke Kelezatan Kuliner Lokal
Presentasi Darell memukau peserta lewat panorama Tumpak Sewu yang eksotis. Rasa penasaran peserta semakin tumbuh ketika ia mengenalkan budaya dan kuliner lokal. Sayur kelor dan tempe diceritakan sebagai bagian keseharian masyarakat Lumajang.
“Ketika saya cerita tentang sayur kelor dan tempe, mereka penasaran dan ingin mencobanya. Mereka bilang makanan tradisional seperti itu menarik dan berbeda,” kata Darell.
Diskusi pun berkembang luas, dari keindahan alam hingga kehidupan sosial budaya Indonesia. Beberapa peserta mengaku tertarik berkunjung ke Indonesia untuk melihat langsung destinasi yang diperkenalkan.
“Saya bangga Lumajang memiliki alam yang sangat mempesona. Itu jadi motivasi saya terus memperkenalkan Lumajang kepada teman-teman internasional,” ujarnya.
Bunda Indah: Promosi Anak Muda Lebih Kuat dan Autentik
Bupati Lumajang Indah Amperawati atau Bunda Indah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pelajar tersebut. Menurutnya, generasi muda punya peran strategis sebagai duta daerah di tingkat internasional.
“Ketika generasi muda membawa nama Lumajang ke ruang internasional, itu bukan hanya kebanggaan, tetapi juga bentuk promosi yang sangat efektif. Cerita dari pengalaman langsung memiliki daya pengaruh yang kuat,” ujar Indah Amperawati.
Bunda Indah menegaskan Pemkab Lumajang terus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tujuannya agar potensi daerah semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pengalaman Darell menjadi bukti bahwa promosi daerah kini tidak hanya lewat jalur formal. Narasi personal yang dekat dan autentik justru mampu menarik perhatian dunia.
Melalui langkah sederhana ini, Tumpak Sewu tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam kelas dunia. Air terjun setinggi 120 meter itu juga menjadi representasi kekayaan budaya dan identitas Lumajang yang mampu diperkenalkan ke dunia oleh generasi mudanya sendiri.
Pemkab Lumajang mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga dan mempromosikan potensi daerah, agar Lumajang terus menjadi destinasi yang dibanggakan dan dikunjungi wisatawan dunia.










