Filesatu.co.id, Blitar | Menjadi Agen BRILink adalah salah satu bentuk sinergi paling sukses antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui kemitraan keagenan ini, pemilik warung kelontong, toko pulsa, dan usaha kecil lainnya dapat melayani transaksi perbankan langsung di lingkungan masyarakat secara real-time online.
UMKM tidak hanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi penghubung berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat.
Sinergi ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan (mutualisme) melalui beberapa aspek, salah satunya ibu Fasiatin pelaku UMKM di Talun, Kabupaten Blitar yang terus mengembangkan usahanya bersama BRI Talun.
Pemilik usaha toko ini mendapatkan keuntungan langsung dari setiap biaya transaksi yang dilakukan oleh nasabah (seperti tarik tunai, transfer, dan pembayaran tagihan). Selain itu kehadiran layanan perbankan menarik lebih banyak orang untuk datang ke lokasi usaha, yang berpotensi meningkatkan penjualan produk utama toko tersebut.
Berawal dari aktivitas perdagangan sembako, Fasiatin secara bertahap mengembangkan usahanya dengan menghadirkan jasa laundry. Seiring perkembangan usaha dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya, ia kemudian memperluas layanan dengan menjadi BRILink Agen.
Kehadiran BRILink Agen memberikan nilai tambah dalam perjalanan usahanya. Melalui layanan tersebut, Fasiatin turut membantu mendekatkan akses layanan transaksi perbankan kepada masyarakat sekitar sekaligus memperkuat aktivitas usaha yang telah dijalankannya.
Perkembangan tersebut menjadi gambaran bagaimana pelaku UMKM dapat membangun ekosistem usaha dengan mengoptimalkan berbagai peluang dan layanan yang tersedia.
Dalam perjalanan mengembangkan usahanya, Fasiatin memanfaatkan berbagai produk dan layanan BRI untuk menunjang aktivitas bisnis. Kolaborasi bersama BRI Talun turut memberikan kemudahan dalam aktivitas transaksi sekaligus mendukung pengembangan layanan kepada pelanggan dan masyarakat.
“BRI sangat membantu perkembangan usaha saya. Dengan adanya berbagai produk dan layanan BRI, usaha saya menjadi lebih berkembang dan saya juga bisa memberikan pelayanan yang lebih lengkap kepada masyarakat,” ujar Fasiatin.
Bagi Fasiatin, pengembangan usaha bukan hanya mengenai bertambahnya aktivitas bisnis, tetapi juga bagaimana keberadaan usahanya dapat semakin memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kombinasi usaha sembako, jasa laundry, dan BRILink Agen membuat masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan dan layanan dalam satu tempat.
Branch Office Head BRI Blitar Yudika Hanafi mengatakan, BRI terus mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungannya.
“BRI berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra pertumbuhan UMKM. Kami melihat perkembangan usaha Ibu Fasiatin tidak hanya dari semakin beragamnya lini usaha yang dijalankan, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Melalui BRILink Agen, misalnya, pelaku usaha sekaligus dapat berperan dalam mendekatkan akses layanan transaksi perbankan kepada masyarakat,” ujar Yudika.
Menurut Yudika, sinergi antara UMKM dengan ekosistem produk dan layanan BRI menjadi salah satu upaya untuk menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan sekaligus memperluas akses layanan keuangan di masyarakat.
“UMKM yang naik kelas bukan hanya usaha yang semakin berkembang, tetapi juga mampu menciptakan manfaat yang semakin luas bagi lingkungan sekitarnya. Kami berharap perjalanan Ibu Fasiatin dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus melihat peluang, mengembangkan usaha, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambah Yudika.
BRI melalui BRI Talun akan terus memperkuat pemberdayaan UMKM dengan menghadirkan produk, layanan, dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.
“Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya semakin banyak UMKM yang produktif, adaptif, dan berdaya saing sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat di tingkat lokal,” pungkasnya.***










