Filesatu.co.id, CIANJUR | Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai NasDem, Bayu Maulana Pamungkas, mengeluarkan pernyataan tegas melawan penyimpangan seksual (LGBT) dan peredaran gelap narkotika di wilayahnya. Seruan ini ia sampaikan dalam acara Syahriyyahan Istimewa dan Pengukuhan Pengurus MUI Desa di Aula Kantor Kecamatan Cugenang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang digagas MUI Kecamatan Cugenang ini digelar sebagai wujud tasyakur menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus memuliakan bulan kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW. Mengusung tema “Khidmah Ulama dan Umara Untuk Kemaslahatan Cugenang”, acara ini menjadi panggung komitmen kolektif dalam membentengi daerah dari ancaman moral dan sosial.
Di tengah gelombang antusiasme peserta, Bayu tampil vokal. Ia menempatkan isu LGBT dan narkoba sebagai musuh utama yang harus dilawan habis-habisan.
“Jangan ada ruang sedikit pun bagi LGBT di Cianjur! Ini bukan soal pilihan, tapi ini soal harga diri dan masa depan bangsa. Kita tidak akan pernah kompromi terhadap hal-hal yang merusak tatanan akhlak dan generasi penerus,” tegasnya .
Pernyataan ini sejalan dengan gelombang penolakan dari ulama dan santri yang mendesak DPRD membuat Perda pelarangan LGBT . Bahkan, dalam sepekan terakhir, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam telah melakukan penyisiran ke sejumlah kafe yang diduga menjadi tempat berkumpulnya komunitas LGBT di Cianjur .
Politisi muda ini juga mengingatkan data peredaran gelap narkotika di Cianjur yang masih mengkhawatirkan. Dalam sebulan terakhir, Polres Cianjur mengungkap 31 kasus, mengamankan 37 tersangka, serta barang bukti berupa 17 kilogram ganja, 479 gram sabu, dan ribuan butir obat terlarang .
Bayu mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan rumah ibadah dan lingkungan keluarga sebagai benteng utama. “Jika ulama dan umara bersatu, maka kekuatan moral akan mengalahkan segala bentuk kemaksiatan. Mari kita bersihkan Bumi Cianjur dari barang haram dan perilaku tercela,” pungkasnya .
Senada dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pengukuhan pengurus MUI periode 2025-2030, bahwa “Ini adalah lambang dari bersatunya ulama dengan umara. Kalau ulama dan umara bersatu, insyaallah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar” . (Asep)










