Filesatu.co.id, KARAWANG | Forum Musisi Karawang (FMK) mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang agar momentum Hari Jadi Karawang ke-393 tidak sekadar berhenti sebagai ajang hiburan seremoni. FMK mendorong pemerintah daerah membukakan ruang ekspresi yang lebih luas, inklusif, dan representatif bagi seluruh ekosistem seni—mulai dari musisi, seniman tradisi, hingga pekerja kreatif lokal.
Ketua Umum FMK, Deni Abdul Gofur, menegaskan bahwa sikap FMK murni berfokus pada keterbukaan akses, bukan memprotes keterlibatan komunitas seni tertentu yang telah tampil dalam rangkaian acara hari jadi.
“Ini bukan soal siapa yang mendapatkan panggung atau tidak, dan kami tidak sedang mempersoalkan komunitas yang dilibatkan. Yang kami suarakan adalah kesetaraan ruang, keterbukaan kesempatan, dan semangat kolaborasi. Karawang memiliki kekayaan talenta yang sangat beragam dan mereka semua berhak menyapa publiknya,” tegas Deni.
FMK menilai, penyediaan ruang pertunjukan tidak harus bertumpu pada panggung utama. Pemerintah daerah dapat mengemas berbagai format kegiatan alternatif agar setiap karakter dan potensi seni lokal yang belum terjamah publik memiliki kesempatan bersinar.
Senada dengan itu, Sekretaris FMK, Dian Herdiawan, menekankan pentingnya membangun ekosistem seni yang berkelanjutan ketimbang sekadar mengejar megahnya sebuah acara tahunan. Momentum hari jadi dinilainya sebagai etalase ideal untuk memamerkan keberagaman potensi lokal sekaligus memicu regenerasi seniman.
“Yang perlu kita bangun bukan hanya acaranya, melainkan ekosistemnya. Kami tidak ingin hal ini memicu sentimen antarkomunitas. Justru sebaliknya, FMK ingin seluruh komunitas tumbuh bersama. Prinsipnya bukan saling berebut panggung, melainkan bagaimana kita bersama-sama menciptakan lebih banyak panggung,” ujar Dian.
Untuk mewujudkan hal tersebut, FMK meminta Pemkab Karawang membenahi pola komunikasi dengan para pelaku seni. Pemetaan potensi daerah tidak akan berjalan maksimal jika pemerintah bekerja secara sepihak tanpa merangkul komunitas.
FMK berharap Pemkab Karawang ke depan dapat menyusun mekanisme pelibatan seniman secara terarah, transparan, dan kolaboratif. Langkah ini dinilai penting agar perayaan daerah benar-benar menjadi rumah bersama yang mampu menghidupkan ekosistem kreatif Karawang secara bertahap dan berkelanjutan.***









