Tak Hanya Pendidikan, Sekolah Juga Utamakan Kesehatan dan Keselamatan Siswa

Penulis: Didik
Editor: Redaksi
SDI Arahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo
SDI Arahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo

Filesatu.co.id, SIDOARJO | Sebanyak 28 siswa dan empat guru SDI Arahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, dilaporkan sempat mendapatkan penanganan medis Jumat, 7 Agustus 2026 setelah mengalami gangguan kesehatan diduga keracunan makanan yang dikonsumsi oleh murid dan guru.

Data terbaru tersebut disampaikan Kepala SDI Arahmah, Niswatun Khalim, S.Pd., pada Kamis (13/8/2026). Menurut dia, pada awak media filesatu.co.id di ruang kepala sekolah SDI Ar Rahmah, seluruh siswa dan guru yang terdampak telah mendapatkan penanganan dari RSU Asaakinah Medika, Klinik dr. Andre, dan RS Mitra keluarga suda diperbolehkan pulang, ada juga berobat pribadi di RS Bhayangkara.

Bacaan Lainnya

“Data ter-update jumlah semua ada 28 siswa dan 4 guru yang terdampak. Alhamdulillah semuanya sudah tertangani dengan baik serta sudah pulang dari rumah sakit,” ujar Niswatun

Niswatun mengatakan pendataan masih terus diperbarui karena siswa dan guru yang menjalani pemeriksaan sempat tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Bukan per hari lagi, tapi kami update per jam,” katanya.

Waktu kejadian dan sampai ada yang rawat inap “sebagian guru kami sebar untuk menjaga siswa sekaligus menemani orangtua yang menjaga putra-putrinya,” ujar Niswatun.

SDI Arahmah memiliki sekitar 345 siswa yang terbagi dalam 15 rombongan belajar dari kelas I hingga VI.

Sebagai langkah evaluasi, pihak sekolah menutup kantin sejak Sabtu (8/8/2026) hingga waktu yang belum ditentukan. Sekolah juga menyiapkan konsep MBB atau Makanan Buatan Bunda sebagai upaya meningkatkan pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi siswa.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Dr Netti Lastiningsih, M.Pd., dalam pesan suara melalui WhatsApp pada awak media mengatakan pihaknya telah mengecek kondisi siswa di RSU Assakinah Medika dan SDI Arahmah.

Menurut Netti, data yang diperoleh pada Sabtu mencatat 26 siswa mengalami gangguan kesehatan. Adapun penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Netti juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena SDI Arahmah belum menerima program tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Lakhsmie, menyampaikan dugaan sementara gangguan kesehatan kemungkinan berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi siswa dan guru. Namun, dugaan tersebut belum merupakan kesimpulan karena masih menunggu hasil laboratorium.

Kejadian ini menjadi perhatian bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak hanya menyangkut kegiatan belajar mengajar. Kesehatan, keamanan pangan, kebersihan lingkungan, serta keselamatan peserta didik juga perlu menjadi perhatian sekolah.

Pihak sekolah menyatakan evaluasi dan penelusuran masih berlangsung. Selama proses tersebut, kondisi siswa dan guru yang terdampak menjadi perhatian utama.

Hingga hasil pemeriksaan resmi tersedia, penyebab gangguan kesehatan belum dapat dipastikan. Karena itu, pemberitaan ini tidak menyimpulkan kejadian sebagai keracunan dan tidak menuduhkan kesalahan kepada pihak tertentu.

Pemberitaan mengedepankan verifikasi, keberimbangan, asas praduga tidak bersalah, perlindungan anak, serta prinsip Kode Etik Jurnalistik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *