Filesatu.co.id, Sidoarjo | Anggota DPR RI Kapoksi Komisi VII Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M. I. Pol (BHS) mengapresiasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Program tersebut dinilai perlu terus didorong agar semakin banyak masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Hal itu disampaikan Bambang saat mengunjungi Puskesmas Buduran, Sidoarjo, Kamis (25/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia melihat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sekaligus capaian program di tingkat puskesmas.
Bambang mengatakan, CKG merupakan bagian dari program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang pada 2026 menyasar sekitar 108 juta masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya di daerah, termasuk melalui puskesmas, perlu dilakukan secara maksimal.
“Program Presiden Prabowo ini dengan sasaran 108 juta masyarakat pada tahun ini harus dilakukan semaksimal mungkin. Saya ingin melihat langsung pelaksanaannya, termasuk di puskesmas,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, Kabupaten Sidoarjo memiliki 31 puskesmas yang menjadi bagian dari jaringan pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menyebut capaian pemeriksaan di Puskesmas Buduran berdasarkan informasi yang diterimanya telah mencapai sekitar 60 persen.
“Ini kan ada 31 puskesmas di Sidoarjo. Salah satunya adalah Buduran. Saya mendapatkan informasi bahwa di sini sudah sekitar 60 persen masyarakat yang diperiksa,” katanya.
Ia mengapresiasi puskesmas yang aktif mengajak masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan indikasi masalah kesehatan sehingga tindak lanjut dapat dilakukan lebih cepat.
“Kalau ditemukan adanya masalah kesehatan, bisa dilakukan pencegahan dan penanganan sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi lebih parah,” ujar Bambang.
Capaian 58 Persen
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M. Kes, mengatakan, pemerintah daerah menargetkan cakupan CKG sebesar 52 persen pada 2026.
Hingga pertengahan September 2026, capaian pemeriksaan disebut telah mencapai 58 persen dari total sasaran penduduk.
“Target dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sebesar 52 persen. Alhamdulillah, pertengahan September kemarin sudah mencapai 58 persen,” kata Lakhsmie.
Menurut Lakhsmie, pemeriksaan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak usia sekolah, dewasa hingga lanjut usia. Namun, kelompok anak usia sekolah, dewasa, dan lansia masih terus didorong agar cakupannya semakin merata.
Lakhsmie menegaskan, CKG tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan, masyarakat akan mendapatkan penanganan awal dan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan atau pengobatan lanjutan sesuai kondisi medis.
Bambang berharap program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara berkala.
“Manusia merupakan aset terbesar bangsa. Kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.*










