Misteri Sawah Bergemuruh di Sampang, Suara dari Perut Bumi Bikin Warga Geger

Filesatu.co.id, Sampang | Suasana tenang di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, mendadak berubah menjadi pusat perhatian warga, Senin (3/8/2026). Sebidang sawah percaton di kawasan tersebut mengeluarkan suara gemuruh dari dalam tanah yang disertai kemunculan gelembung udara di permukaan lahan, memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

Fenomena yang disebut-sebut telah terjadi sejak bertahun-tahun itu kembali muncul saat lahan dalam kondisi tergenang air. Suara bergemuruh terdengar dari bawah permukaan tanah, sementara gelembung udara muncul secara berulang dari satu titik sebelum akhirnya menghilang.

Bacaan Lainnya

Laporan warga langsung direspons Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang dengan menerjunkan tim ke lokasi guna memastikan kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin ditimbulkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin, membenarkan adanya fenomena tersebut. Hasil pengecekan awal menunjukkan suara gemuruh memang berasal dari dalam tanah di area sawah yang sedang digarap oleh dua warga Dusun Pelampean, Sadiri (50) dan Agusyanto (30).

“Tim kami telah melakukan pengecekan langsung dan benar terdapat suara gemuruh dari dalam tanah di lokasi tersebut,” ujar Hozin.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan warga sekitar, kejadian itu bukanlah peristiwa baru. Fenomena serupa sudah beberapa kali muncul sejak lama, namun waktunya tidak dapat diprediksi. Kemunculannya lebih sering terlihat ketika sawah dipenuhi air, ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung udara dari dasar tanah.

Untuk memastikan penyebabnya, BPBD menggandeng sejumlah pihak terkait. Peninjauan lapangan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang, sementara koordinasi dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang guna mengkaji kemungkinan adanya fenomena geologi di bawah permukaan tanah.

Meski menimbulkan rasa penasaran warga, hingga proses survei selesai sekitar pukul 11.15 WIB tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada kondisi darurat. Situasi di sekitar lokasi tetap aman dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

BPBD mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta tetap tenang sembari menunggu hasil kajian teknis dari instansi berwenang yang diharapkan mampu mengungkap penyebab ilmiah di balik suara gemuruh dan gelembung misterius tersebut. (Fal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *