Diduga Curi Volume dan Garap Asal-Asalan, Proyek Drainase CV Fadilah Pratama Mandiri Disorot

Penulis: Opik Suryana
Editor: Redaksi
Proyek Drainase 'Samping Kantor' PUPR Karawang
Proyek Drainase 'Samping Kantor' PUPR Karawang

Filesatu.co.id, KARAWANG | Pembangunan drainase di Kampung Budiasih, Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, menuai sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan CV Fadilah Pratama Mandiri tersebut diduga digarap asal-asalan, menyimpang dari spesifikasi teknis (RAB), serta minim pengawasan—padahal lokasinya tidak jauh dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.

Dugaan pelanggaran konstruksi ini dibongkar oleh Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Karawang usai menggelar investigasi lapangan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Infrastruktur FWJI Karawang, Marsan Setiawan, mengungkapkan adanya sejumlah kejanggalan fatal yang berpotensi mengurangi volume serta merusak kualitas struktur drainase.

“Ibarat di bawah hidung Dinas PUPR karena berada di jalur kota, tetapi pengawasannya sangat minim. Temuan kami di lapangan menunjukkan ada poin pengerjaan yang mengangkangi RAB,” tegas Marsan kepada wartawan, Kamis (2/10/2026).

Marsan merinci dua indikasi penyimpangan utama di lokasi proyek:

  • Nir-Lantai Kerja: Pasangan drainase digelar langsung di atas tanah tanpa amparan pasir atau lantai kerja sebagai dudukan dasar standar.

  • Material Substandard: Dinding drainase sebagian dipasang menggunakan batu kali bulat, bukan batu belah yang tajam sesuai standar teknis spesifikasi konstruksi.

“Seharusnya memakai batu belah agar struktur saling mengunci. Kalau menggunakan batu kali bulat, daya ikatnya lemah dan rawan jebol saat debit air tinggi. Ke mana pengawas dari Bidang SDA? Apakah pernah mengecek ke lokasi?” cetusnya.

Atas temuan tersebut, FWJI Karawang mendesak Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang dan Kabid SDA untuk segera menggelar inspeksi mendadak (sidak). Pihaknya menuntut evaluasi total terhadap kinerja konsultan pengawas maupun kontraktor pelaksana.

“Kami minta proyek ini diaudit menyeluruh. Jangan sampai anggaran negara terbuang untuk infrastruktur berkualitas buruk yang justru merugikan dan mengancam keselamatan warga Adiarsa Barat dari banjir,” pungkas Marsan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak CV Fadilah Pratama Mandiri dan Bidang SDA Dinas PUPR Karawang belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih terus berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab dari pihak-pihak terkait. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *