Filesatu.co.id, Boyolali|Setelah lebih dari dua tahun berjalan dalam status kekosongan ketua umum definitif dan dijalankan oleh Pelaksana Tugas (PLT), Serber Wartawan Indonesia (SWI) Hery Budiman, akhirnya memiliki nakhoda baru. Iskandar, S.Sos terpilih secara voting sebagai Ketua Umum SWI dalam Musyawarah Nasional pertama yang digelar di Boyolali, Selasa-Rabu (19-20/5/2026).
Munas yang berlangsung di Boyolali ini dihadiri oleh empat DPW dan DPD SWI dari Indonesia. Kolaborasi panitia pusat dan daerah berjalan meski sidang sempat diwarnai dinamika perdebatan sengit untuk menghasilkan keputusan terbaik.
Proses pemilihan berjalan sesuai tata tertib yang disiapkan panitia. Setiap anggota delegasi berhak bersuara dan boleh mengusulkan diri menjadi calon ketua umum. Panitia sidang yang dipimpin A Muhklis Renaldi menerima dua nama calon. Namun satu calon dinyatakan gugur karena belum memenuhi tahapan persyaratan.
Dengan demikian, Iskandar menjadi calon tunggal. Sidang dilanjutkan ke tahap voting. Hasilnya, Iskandar meraih suara mutlak 49 suara dan 5 abstain, mengukuhkannya sebagai Ketua Umum SWI periode 2026-2031.
Misi Bawa SWI Setara Dewan Pers dan Siapkan Kantor Sendiri
Dalam pidato perdananya, Iskandar menegaskan komitmennya untuk mengendalikan kesejahteraan organisasi dan anggota SWI. Ia menyebut amanah ini akan dijalankan maksimal hingga akhir hayatnya.
“Kami bisa duduk di sini karena rekan semua. Untuk itu saya, jika diberikan amanah ini akan saya maksimalkan sisa umur hidupku. Kita 60 tahun kedepan tidak tahu yang seharusnya tidak ada perdebatan, maka mari SWI kita bawa bersama, dari kita untuk kita,” ujarnya di hadapan peserta Munas.
Menariknya, Iskandar memimpikan SWI bisa sejajar dengan organisasi pers lainya yakni menjadi organisasi yang kontituen Dewan Pers. Ia juga menyatakan telah menyiapkan kantor sekretariat SWI sesuai nomor: 05/SK/PAN-MUNAS/II/2026 Sebagai persyaratan calon Ketua Umum SWI diwilayah yang ditunjuk panitia yakni di Jabodetabek.
“Saya sudah menyiapkan kantor untuk SWI,” ujar sosok yang dikenal bersahaja namun tegas ini.
Kepiawaian dalam Pemaparan visi dan misi serta rencananya, untuk pemenuhan sarana organisasi tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh peserta sidang.
Delegasi Jatim: Munas Ini Buktikan Organisasi Masih Hidup
Keberhasilan Munas melahirkan pimpinan baru disambut lega oleh para delegasi daerah. Hadi Sumarto, SH, Ketua DPW SWI Jawa Timur, menyebut dinamika perdebatan justru menjadi bukti organisasi ini hidup.
“Baru kali ini saya ikut Munas. Meskipun diwarnai dinamika perdebatan, namun justru organisasi ini hidup, hidup SWI, SWI Jaya,” kata Hadi emosional
Ia berharap pengurus DPP yang baru mampu menunjukkan integritas SWI dan membawa organisasi semakin solid ke depan. “Saya yakin ke depan SWI semakin solid,” ungkapnya.
Bentangkan Bendera 100 Meter, Gandeng Kementan dan Kemendes
Rangkaian Munas juga diisi dengan kegiatan simbolis pembentangan bendera Merah-Putih sepanjang 1000 meter. Kegiatan ini bekerja sama dengan desa penggerak ketahanan pangan dan dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, serta Forkopimda Boyolali.
Munas pertama SWI ini menjadi tonggak baru bagi organisasi untuk konsolidasi internal dan memperkuat peran wartawan anggota di seluruh Indonesia. Dengan kepemimpinan definitif, SWI kini bersiap menata rumah tangga organisasi dan merumuskan program kerja ke depan.










