Filesatu.co.id, SIDOARJO | Menjelang Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) DPC Sidoarjo menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap mekanisme pengadaan seragam di sejumlah sekolah di Kabupaten Sidoarjo.
FPPI menilai persoalan pengadaan seragam sekolah masih menjadi perhatian sebagian wali murid, terutama terkait besaran biaya yang harus dipersiapkan pada masa penerimaan peserta didik baru.
Wakil Ketua FPPI DPC Sidoarjo, Hadi, mengatakan pihaknya menerima sejumlah aspirasi masyarakat terkait pengadaan seragam yang dinilai perlu dilakukan secara lebih terbuka dan tidak memberatkan orang tua siswa.
“Kami akan melakukan pemantauan di sejumlah sekolah. Jika ditemukan dugaan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pengaduan sesuai mekanisme hukum yang ada,” kata Hadi kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, pengawasan tersebut merupakan bagian dari dorongan agar layanan pendidikan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat dan memperhatikan kondisi ekonomi wali murid.
Sebelumnya, FPPI DPC Sidoarjo juga mengirimkan surat somasi bernomor 022/Somasi/FPPI DPC/SDA/IV/2026 terkait persoalan pengadaan seragam sekolah. Langkah tersebut, kata dia, dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pihak terkait.
Sejumlah wali murid mengaku berharap pengadaan seragam sekolah dapat dilakukan secara fleksibel sehingga orang tua memiliki alternatif dalam menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan ekonomi masing-masing.
“Harapannya wali murid diberi keleluasaan untuk membeli seragam sesuai kemampuan,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Pendapat serupa disampaikan wali murid juga enggan disebutkan namanya di salah satu sekolah negeri di Sidoarjo. Ia berharap pengadaan seragam dapat melibatkan pelaku usaha lokal dan UMKM sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan.
“Kalau memungkinkan, pembelian seragam bisa lebih terbuka dan melibatkan pedagang lokal agar orang tua punya alternatif,” katanya.
Selain persoalan biaya, sebagian masyarakat juga menyoroti perubahan model maupun warna seragam olahraga di beberapa sekolah yang dinilai berbeda pada tiap tahun ajaran.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi pendidikan terkait mengenai mekanisme pengadaan seragam pada tahun ajaran baru tersebut. Redaksi juga masih berupaya memperoleh tanggapan dari pihak terkait guna melengkapi pemberitaan sesuai prinsip keberimbangan.****










