Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman Sambut Kedatangan Mahfud MD: Ini Pesannya

Filesatu.co.id, Pamekasan | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menerima kunjungan anggota Komisi Reformasi Polri, Prof. Dr. Mahfud MD, di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (5/1/2026).

Kunjungan tersebut dalam rangka penyampaian orasi kebangsaan terkait penegakan hukum di Indonesia. Kehadiran Mahfud MD disambut langsung oleh Bupati Pamekasan, K.H. Kholilurrahman, bersama Wakil Bupati Sukriyanto, pimpinan DPRD, Forkopimda, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Kholilurrahman menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas kehadiran tokoh nasional tersebut di Bumi Gerbang Salam. Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah, baik di sektor sumber daya manusia (SDM) maupun pembangunan fisik yang terus menunjukkan tren positif.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami menghaturkan selamat datang dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Bapak Prof. Mahfud MD di Kabupaten Pamekasan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Suramadu tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian di Madura, khususnya Pamekasan. Ia optimistis pembangunan daerah akan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

“Pamekasan dari tahun ke tahun akan semakin baik. Amanah yang diberikan kepada kami insyaallah berjalan dengan baik. Alhamdulillah, berdasarkan data BPS, angka kemiskinan juga terus menurun dan mendekati satu digit,” tambahnya.

Sementara itu, Mahfud MD dalam orasi kebangsaannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mensyukuri kemerdekaan dan kemajuan yang telah dicapai Indonesia hingga saat ini. Ia menilai, meskipun masih terdapat berbagai persoalan, hal tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi dalam perjalanan bangsa.

“Indonesia ini maju luar biasa. Kalau ada masalah seperti keadilan dan hukum, itu hal yang wajar dan menjadi bahan evaluasi bersama. Yang penting kita tetap bersyukur atas kemajuan ini,” ungkapnya.

Mantan Menko Polhukam RI tersebut juga menyoroti penurunan angka kemiskinan sebagai indikator kemajuan bangsa. Ia menyebut, sejak awal kemerdekaan hingga saat ini, angka kemiskinan terus mengalami penurunan signifikan dan kini berada di kisaran 8 persen dari total penduduk Indonesia.

Lebih lanjut, Mahfud menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan keragaman suku, ras, dan budaya, namun tetap mampu menjaga persatuan. Hal tersebut, menurutnya, merupakan anugerah besar yang patut disyukuri.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak tunduk pada kekuasaan. Menurutnya, hukum harus menjadi instrumen untuk melindungi rakyat serta menjaga martabat bangsa.

“Hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan. Negara yang kuat bukanlah negara yang kebal kritik, tetapi negara yang berani menegakkan hukum secara adil, konsisten, dan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Mahfud menambahkan, dari penegakan hukum yang berkeadilan itulah nilai-nilai demokrasi, keadilan, dan persatuan bangsa akan semakin kokoh.

“Hukum yang adil adalah napas kebangsaan,” pungkasnya.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *