Filesatu.co.id, Lumajang | Majelis Taklim memiliki peran strategis sebagai ruang pemberdayaan perempuan sekaligus penguat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Hal itu ditegaskan Bunda Indah pada kegiatan Halalbihalal yang diselenggarakan Majelis Taklim As Tsuroya Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (3/4/2026).
Bupati perempuan pertama kabupaten Lumajang itu dengan suasana penuh kehangatan, bersama ribuan jamaah muslimah yang tergabung dalam majelis tersebut menjadikan kegiatan ini sebagai titik temu untuk merajut kembali kebersamaan.
Menjadikan momentum pasca Hari Raya Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan spiritual, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk memperkuat kohesi sosial.
Tradisi saling memaafkan tidak hanya dimaknai secara personal, tetapi juga sebagai fondasi dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan berkelanjutan.
Orang nomor satu di Pemkab Lumajang itu berharap Majelis As Tsuroya terus berkembang menjadi kekuatan sosial yang mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat Lumajang secara keseluruhan.
Dengan jumlah anggota yang mencapai sekitar 3.000 jamaah muslimah, kata Bunda Indah majelis ini bukan hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam membangun solidaritas sosial berbasis keagamaan.
“Majelis As Tsuroya hingga saat ini beranggotakan kurang lebih 3.000 jamaah muslimah. Dalam suasana Lebaran, halalbihalal menjadi momentum untuk saling memohon maaf dan kembali kepada kesucian hati,” ungkapnya.
Keberadaan majelis taklim seperti As Tsuroya menurutnya, harus mampu melampaui fungsi ritual keagamaan semata. Lebih dari itu, majelis diharapkan menjadi ruang transformasi sosial yang mendorong lahirnya kepedulian, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, peran komunitas keagamaan dinilai sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui pendekatan yang lebih humanis dan berbasis nilai, pesan-pesan pembangunan dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan diterima secara luas, ” Pungkasnya.










