Filesatu.co.id, Jember| Kapolsek Ambulu AKP Solekhan Arief bersama Komandan Angkatan Laut Wilayah Puger, Kasatpolairut, perwakilan Kecamatan Ambulu, dan SAR Rimba Laut melepas perahu utama menuju tengah laut. Ribuan warga dan wisatawan memadati pesisir selatan Kabupaten Jember untuk menyaksikan prosesi sakral tahunan Tradisi Petik Laut atau Larung Sesaji Pantai Payangan dan Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jumat (3/7/2026).
Pelaksana Tugas Camat Ambulu Fahrul Asrori, S.H., mengatakan ritual adat yang digelar setiap memasuki bulan Muharram atau Suro dalam kalender Islam ini menjadi simbol syukur nelayan atas limpahan hasil laut serta permohonan keselamatan saat melaut.
Rangkaian acara dimulai sejak malam hari dengan istigasah, pembacaan Al-Qur’an, dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama serta sesepuh adat setempat. Kolaborasi warga dan panitia desa Sumberejo menambah kekhidmatan dan kemeriahan persiapan.
Puncak acara ditandai dengan pelarungan sesaji hasil bumi, jajanan pasar, hingga kepala sapi sebagai simbol sedekah bumi kepada alam. Sejumlah perahu nelayan mengiringi perahu utama hingga tengah laut, menciptakan pemandangan epik di sepanjang garis Pantai Payangan hingga Watu Ulo.
“Tujuan Larung Sesaji ini adalah memohon keberkahan, keselamatan, dan rezeki dari Allah SWT. Harapannya hasil tangkapan ikan melimpah sehingga masyarakat lebih sejahtera,” ujar Fahrul.
Ia menambahkan, ombak besar dan cuaca ekstrem barat kerap menjadi penghambat nelayan mencari rezeki di samudra. “Mudah-mudahan dengan Larung Sesaji ini semua diberi keselamatan dan rezeki melimpah. Warga Kecamatan Ambulu tetap semangat beraktivitas dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” lanjutnya.
Kepala Desa Sumberejo Riyono Hadi menegaskan Petik Laut adalah identitas budaya maritim yang harus dijaga.
“Ini bukan sekadar seremoni tahunan, tapi warisan leluhur bernilai spiritual, historis, dan sosial. Ada nilai gotong royong dan kesadaran menjaga keseimbangan ekologi laut,” katanya di sela pemantauan pelarungan.
Selain merawat budaya bahari, agenda tahunan ini juga menggerakkan ekonomi pesisir Ambulu. Ratusan pelaku UMKM lokal yang menjual kuliner ikan bakar, kerajinan tangan, hingga jasa sewa perahu wisata meraup keuntungan berlipat berkat lonjakan wisatawan domestik dan luar daerah.
Melalui Petik Laut, nelayan Pantai Payangan dan Watu Ulo berharap musim melaut ke depan lancar, pasokan solar dan logistik stabil, serta dijauhkan dari segala marabahaya saat mencari nafkah di laut lepas,”pungkasnya.










