Filesatu.co.id, Sampang | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Ihdinas Sirotol Mustaqim di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Penang tersebut menjadi langkah awal pembangunan jembatan penghubung dua dusun, yakni Dusun Sobari dan Dusun Angsana Timur yang selama ini dikenal sebagai kampung Muhammadiyah.
Ketua PCM Karang Penang, Dhahibur Rahman Bahmas, mengatakan pembangunan jembatan itu dilatarbelakangi keprihatinan masyarakat terhadap kondisi sungai yang membahayakan warga, khususnya anak-anak sekolah saat menyeberang.
Menurutnya, sungai tersebut sebelumnya telah memakan korban hingga tiga orang hanyut, meski seluruhnya berhasil selamat.
“Pada saat peresmian kantor PCM Karang Penang, kami tampilkan anak-anak didik kami yang harus menyeberangi sungai berbahaya itu. Karena itu kami menggagas pembangunan jembatan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jembatan yang diberi nama Ihdinas Sirotol Mustaqim itu direncanakan memiliki panjang 24 meter dengan lebar 3 meter agar kendaraan dapat berpapasan tanpa harus berhenti.
“Pembangunan diperkirakan menelan anggaran hampir Rp800 juta dengan target pengerjaan sekitar 90 hari. Dukungan dana berasal dari PWM Muhammadiyah Jawa Timur dan juga dari Bapak Menteri,” katanya.
Dhahibur Rahman menambahkan, konstruksi jembatan dirancang bukan sekadar jembatan gantung biasa, melainkan menggunakan spesifikasi kelas 3C yang dinilai mampu bertahan hingga 30 tahun dan dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat akses pendidikan dan konektivitas antarwilayah.
“Tadi kita bersama-sama telah meletakkan batu pertama pembangunan jembatan yang waktu itu secara bercanda saya beri nama Jembatan Sirotol Mustaqim. Ternyata oleh Ketua Cabang Muhammadiyah dijadikan nama yang serius,” ucapnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan itu diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat, khususnya anak-anak menuju sekolah dengan aman dan nyaman.
“Dalam rangka memudahkan perjalanan anak-anak supaya bisa ke sekolah dengan aman dan selamat, maka kita menandai pembangunan jembatan ini,” ungkapnya.
Ia juga menyebut Presiden Republik Indonesia memiliki program pembangunan sekitar 300 ribu jembatan di berbagai daerah untuk mendukung akses transportasi masyarakat di wilayah yang masih terhambat sungai tanpa jembatan.
Selain peletakan batu pertama jembatan, PCM Karang Penang juga memperkenalkan produk amal usaha Muhammadiyah di sektor industri genteng dengan nama “Genteng Suryamu”.
Abdul Mu’ti menyebut program tersebut sejalan dengan agenda revitalisasi sekolah dan program “gentengisasi” yang disampaikan Presiden agar bangunan sekolah menggunakan atap genteng yang lebih sejuk, ramah lingkungan, sekaligus mendukung ekonomi masyarakat lokal. (Fal)










