Libur Sekolah Tak Sekadar Berangkat, KAI Daop 7 Madiun Ajak Anak Belajar di Stasiun Lewat KAI Schooliday 2026

Filesatu.co.id, MADIUN | Libur sekolah tahun ini dimanfaatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun dengan cara berbeda. Tak hanya mengantar penumpang menuju destinasi wisata, KAI justru mengubah Stasiun Madiun menjadi ruang belajar yang menyenangkan melalui program KAI Schooliday 2026.

Mengusung tema “Liburan Bermakna Bersama KAI”, kegiatan yang dibuka langsung Deputy Vice President KAI Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, Rabu (8/7/2026), menghadirkan beragam aktivitas edukatif bagi anak-anak. Mulai dari lomba mewarnai, sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api, hingga pengalaman menjadi petugas stasiun sehari melalui program KAI Rail Academy.

Bacaan Lainnya

Bukan sekadar mengisi waktu liburan, program tersebut menjadi gambaran bahwa stasiun tak lagi hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga ruang pembelajaran yang mengenalkan disiplin, pelayanan publik, dan budaya keselamatan sejak usia dini.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan KAI ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih bermakna bagi keluarga, khususnya pelanggan anak-anak.

“Dengan diselenggarakannya event ‘KAI Schooliday 2026’ ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman perjalanan bersama KAI menjadi lebih bermakna khususnya bagi pelanggan cilik,” ujar Tohari.

Selama lima hari, 8 hingga 12 Juli 2026, masyarakat juga dapat menikmati KAI Mini Fair yang menghadirkan bazar UMKM, lomba mewarnai bertema perkeretaapian, hingga hiburan musik yang memeriahkan suasana Stasiun Madiun.

Di balik kemeriahan tersebut, KAI tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Fasilitas ramah anak seperti Kid’s Zone, ruang laktasi, menu khusus anak di kereta makan, hingga kesiapsiagaan personel Polsuska dan Customer Service disiagakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga selama masa liburan.

Narasi ini seolah menjadi pengingat bahwa pelayanan transportasi publik tidak lagi berhenti pada ketepatan waktu keberangkatan. Ketika sebuah stasiun mampu menjadi ruang edukasi, tempat bermain, sekaligus memperkenalkan budaya keselamatan kepada generasi muda, maka perjalanan bukan lagi sekadar berpindah tujuan, tetapi juga menghadirkan nilai dan pengalaman yang akan terus diingat.(hms/an)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *