Bupati Sidoarjo Dorong Bumdes Guna Pemulihan Ekonomi

  • Whatsapp

Filesatu .co.id  Sidoarjo | Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Bacaan Lainnya

Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Muhdlor, mengatakan BUMDes seharusnya bisa menjadi etalase bisnis yang baik bagi produk desa tersebut.

“Dari Semua produk asal desa tersebut harusnya bisa dipasarkan langsung di BUMDes. Kemarin saya meresmikan Kantor Pelayanan terpadu BUMDes Tri Karya Agung milik Desa Kebonagung. Cukup bagus, dan itu jadi bukti BUMDes bisa bersaing,” ujar Gus Muhdlor, Senin (22/11/2021).

Dalam hal ini Ia pun turut mendorong kesadaran masyarakat di desa tersebut agar mau membeli produk hasil dari desanya sendiri. Dicontohkan semisal untuk setiap kegiatan yang ada di desa, jenis makanan yang siap dikusumsi dan dihidangkan harusnya berasal dari produk desa tersebut.

“Misalkan ada ke giatan rapat RT, ya paling tidak hidangannya berupa minuman sinom produksi desa sendiri atau makanan lain produksi tetangganya sendiri. Jangan beli minuman di supermarket, kecuali terpaksa,” jelasnya.

“Kami berharapan, bila semua ini berjalan, ekonomi berputar di tingkat bawah, dari, oleh, dan untuk masyarakat. Dengan kekuatan ekonomi mikro ini, bisa memperkuat ekonomi Sidoarjo, karena uangnya berputar di sini, tidak dibawa keluar Sidoarjo,” imbuh Bupati muda ini.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sidoarjo, Yeti Sri Indriastutie menambahkan, terdata jumlah BUMDes di seluruh Sidoarjo ada sebanyak 203 unit.

Dari jumlah tersebut, yang masuk kategori Maju ada 37 unit, kategori berkembang 48 unit dan kategori pemula 118 unit.

BUMDes terkategori maju itu jika sudah ada kelayakan usaha, ada Peraturan Desa (Perdes), penyertaan modal dan memberikan kontribusi pendapatan asli ke desa.

“Sementara kategori berkembang, jika BUMDes belum bisa memberikan kontribusi pada desanya. Sedangkan kategori Pemula itu ada Perdes, ada penyertaan modal, tapi belum jalan,’⁰   ujar Yeti.

Beberapa BUMDes tergolong maju seperti di Desa Watesari Kecamatan Balongbendo, Desa Sepande Kecamatan Candi, Desa Tlasih Kecamatan Tulangan, Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati, dan Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon.

Untuk memperkuat BUMDes, Pemkab Sidoarjo , juga membuka memberikan pelatihan baik dari sisi manajemen keuangan seperti akuntansi dasar, pengelolaan logistik, hingga pemasaran (



Tinggalkan Balasan