AKSI PANAS DI PLTU OKU! Ratusan Pekerja Tuntut Pesangon, Desak Pimpinan PT BNY Dicopot

Penulis: Ali Zebet SL
Editor: Redaksi
Aksi unjuk rasa di kawasan PLTU Desa Terusan
Aksi unjuk rasa di kawasan PLTU Desa Terusan

Filesatu.co.id, BATURAJA, OKU | Ratusan pekerja dari Desa Terusan dan Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menggelar aksi unjuk rasa di kawasan PLTU Desa Terusan, Kamis 27 Agustus 2026.

Aksi tersebut dipicu kekecewaan para pekerja terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebut dilakukan secara sepihak oleh salah satu perusahaan tambang batu bara di bawah naungan PT BNY Baturaja.

Bacaan Lainnya

Massa menilai pemberhentian pekerja dilakukan tanpa pemberian pesangon maupun kompensasi yang dianggap menjadi hak mereka. Kondisi itu dinilai semakin memberatkan karena terjadi menjelang musim kemarau, ketika aktivitas pekerjaan di sektor pertambangan turut terdampak.

«“Kami dirugikan setiap musim kemarau. Perusahaan seenaknya memecat kami tanpa pesangon. Kami hanya meminta hak kami dipenuhi,” teriak salah seorang peserta aksi dalam orasinya.»

Menurut koordinator aksi, puluhan pekerja dari dua desa kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba. Padahal, sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah tersebut.

Para pekerja kemudian menyampaikan sejumlah tuntutan kepada perusahaan. Di antaranya meminta status pekerja kontrak diangkat menjadi karyawan tetap, pembayaran pesangon serta uang lembur, dan meminta salah satu pimpinan PT BNY, Budi Nur Sakti, dicopot dari jabatannya.

Massa juga mendesak perusahaan memenuhi hak-hak pekerja dengan mengacu pada ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan, termasuk UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dan PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang PKWT, alih daya, waktu kerja dan waktu istirahat, serta PHK.

Massa Tunggu Keputusan hingga Pukul 13.30 WIB tetapi tidak ada titik terang

Sejumlah personel Polsek Baturaja Timur terlihat berjaga di lokasi guna mengamankan jalannya aksi dan memastikan situasi tetap kondusif.

Massa sempat menunggu keputusan dari pihak perusahaan hingga sekitar pukul 13.30 WIB. Namun, belum ada keputusan yang dapat memenuhi tuntutan mereka karena persoalan tersebut disebut masih menunggu keputusan dari pihak pusat.

Merasa belum mendapatkan kepastian, para pekerja kemudian melanjutkan langkah dengan mendatangi Polres OKU. Mereka didampingi tim serikat pekerja dari tingkat Provinsi Sumatera Selatan untuk membuat laporan secara resmi.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PT BNY yang bergerak di bidang pertambangan batu bara di Baturaja belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan tudingan yang disampaikan massa aksi.

Koordinator aksi menegaskan, pihaknya akan kembali menggelar aksi apabila tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat.

«“Kami beri waktu. Kalau tidak ada itikad baik, minggu depan kami datang lagi dengan massa lebih banyak,” tegasnya.»

Para pekerja berharap perusahaan segera memberikan kepastian mengenai status pekerjaan, pembayaran hak-hak mereka, serta penyelesaian persoalan ketenagakerjaan yang mereka persoalkan.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *