FILESATU.CO.ID, Jember | Pensiun bukan garis akhir pengabdian. Bagi Serma (Purn) Kozin, purnawirawan TNI AD asal Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, disiplin dan semangat juang justru dipindahkan ke ladang.
Dari lahan seluas 1 hektare, ia membuktikan pertanian modern bisa memberi hasil besar melalui sistem tumpangsari jagung dan tembakau. Sabtu (1/8/2026).
Dengan pola tanam tumpangsari, satu lahan digarap untuk dua komoditas sekaligus. Hasilnya, 7 ton jagung berkualitas tinggi berhasil dipanen.15.000 batang tembakau tumbuh subur di sela-sela jagung Estimasi omzet kotor puluhan juta rupiah dalam satu siklus tanam
Jika diolah sendiri menjadi tembakau kering, 15.000 batang itu diperkirakan menghasilkan 4 sampai 5 ton daun tembakau kering.
Kunci keberhasilannya ada pada manajemen waktu dan perawatan. Siklus jagung 100-115 hari, sementara tembakau 60-90 hari. Dengan menanam bersamaan, masa tunggu lahan terpotong dan produktivitas tanah jadi maksimal.
Bagi Kozin, bertani adalah bentuk pengabdian baru setelah purnatugas.
“Pertanian adalah bentuk perjuangan dan pengabdian baru bagi saya setelah purnatugas. Dengan pengelolaan yang disiplin, lahan 1 hektare ini bisa sangat produktif: menghasilkan 7 ton jagung dan menampung 15.000 pohon tembakau.
Dulu kami menjaga kedaulatan negara sebagai prajurit Angkatan Darat, sekarang saatnya kami ikut memperkuat kemandirian pangan dari desa,” ujarnya saat ditemui di ladangnya, Desa Sumberejo.
Jadwal pemupukan, pengendalian hama, hingga panen ia atur terstruktur. Kebiasaan militer itu yang membuat tanamannya tumbuh seragam dan minim risiko gagal panen.
Kozin berharap model ini bisa ditiru kelompok tani lain di Jember Selatan. Selain menguntungkan secara ekonomi, tumpangsari juga menjaga stabilitas stok pangan dan komoditas unggulan daerah.
“Ini contoh nyata pemanfaatan lahan efisien yang patut ditiru. Kita tidak perlu lahan luas untuk dapat hasil besar, asal dikelola dengan benar,” ungkapnya.
Kisah Serma (Purn) Kozin diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para purnawirawan lain dan generasi muda di Kabupaten Jember: bahwa sektor pertanian tumpangsari adalah usaha yang menjanjikan secara finansial sekaligus mulia secara sosial.











