Filesatu.co.id, Lumajang | Upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Lumajang berlangsung khidmat pada Rabu (1/7/2026). Namun absennya pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam acara yang dihadiri jajaran Forkopimda dan anggota Polri itu memicu sorotan publik.
Pantauan di lokasi, seluruh rangkaian upacara berjalan sesuai protokol. Pengibaran bendera, pembacaan amanat, dan penghormatan terakhir dilaksanakan tertib. Suasana khidmat terasa hingga akhir acara.
Meski suasana berjalan hikmat, tidak adanya Indonesia Raya menjadi catatan kritis. Lagu kebangsaan merupakan bagian sakral dalam setiap upacara resmi kenegaraan. Pedoman Upacara Bendera menegaskan Indonesia Raya wajib dikumandangkan sebagai bentuk penghormatan kepada simbol negara.
Absennya momen tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kepatuhan teknis pelaksanaan upacara. Peringatan HUT Bhayangkara dinilai seharusnya tidak hanya khidmat dalam suasana, tetapi juga lengkap secara simbol dan tata upacara.
Menanggapi hal itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menjelaskan pelaksanaan upacara telah mengikuti ketentuan protokoler. Menurutnya, lagu Indonesia Raya tidak dinyanyikan karena pengibaran Bendera Merah Putih sudah dilakukan sebelum upacara dimulai.
“Kami mengikuti susunan acara yang sudah dibuat protokoler karena ini bendera juga sudah naik. Untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya itu tentunya seiring dengan dinaikkannya bendera. Karena bendera sudah naik kita tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya karena kita tepat di bawah tiang bendera yang sudah berkibar,” ungkap AKBP Alex.
Ia menambahkan, Indonesia Raya biasanya dikumandangkan bersamaan dengan pengibaran bendera. Karena bendera saat upacara sudah berkibar, maka lagu kebangsaan tidak dinyanyikan.
Publik berharap ke depan seluruh unsur upacara kenegaraan dipenuhi sepenuhnya, agar nilai penghormatan dan ketaatan pada aturan tidak terlewatkan, sekecil apapun.
Khidmatnya suasana tidak boleh menutupi kelengkapan esensi upacara. Sebab penghormatan pada negara dimulai dari detail paling mendasar, termasuk mengumandangkan Indonesia Raya.**











