FIlESATU.co.id, Banyuwangi | Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA tahun 2026 digelar di lingkungan SMA Negeri 1 Genteng, dengan melibatkan perwakilan sejumlah siswa serta guru dari SMP dan MTs se-Kecamatan Genteng dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyamakan pemahaman jelang proses penerimaan siswa baru.
Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung Kepala SMA Negeri 1 Genteng, Minarto, S.Pd., M.T., bersama jajaran guru pemateri, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi, yang diwakili Kasi SMA, Mohamad Arief Ainur Rozie, M.Pd. Kehadiran para pemangku kebijakan ini memperkuat keseriusan pelaksanaan SPMB tahun 2026 yang segera akan digelar.
Sejak awal kegiatan, suasana tampak antusias. Para guru yang hadir sebagai perwakilan sekolah di wilayah rayon aktif menyimak setiap materi yang disampaikan, terutama terkait mekanisme baru dalam SPMB.
Salah satu guru pemateri menegaskan bahwa SPMB bukan sekadar proses administrasi pendaftaran. Lebih dari itu, SPMB merupakan langkah awal yang menentukan arah masa depan pendidikan siswa.
“SPMB ini bukan hanya soal masuk sekolah, tapi bagaimana siswa memahami jalur yang tersedia dan memilih sesuai kondisi serta kemampuan,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi. Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, terdapat beberapa jalur dalam SPMB, mulai dari jalur domisili (zonasi), prestasi, afirmasi, hingga perpindahan orang tua. Setiap jalur memiliki ketentuan dan kuota berbeda, sehingga pemahaman yang tepat menjadi kunci utama.
Menurutnya, masih banyak siswa yang keliru dalam menentukan pilihan akibat kurangnya pemahaman terhadap sistem seleksi. Karena itu, sosialisasi ini menjadi momen penting untuk memberikan gambaran menyeluruh.
“Jangan sampai salah memilih jalur. Misalnya bisa lewat prestasi, tapi justru memaksakan di zonasi, atau sebaliknya,” jelasnya.
Selain itu, siswa juga diingatkan untuk menyiapkan dokumen penting sejak dini, seperti kartu keluarga, nilai rapor, hingga bukti prestasi. Hal ini penting agar proses pendaftaran berjalan lancar tanpa hambatan administratif.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Genteng, Minarto, mengungkapkan kesiapan sekolah dalam mendukung proses SPMB, termasuk pelayanan pengambilan PIN. Pihaknya telah menyiapkan 10 operator guna mengantisipasi antrean panjang seperti tahun sebelumnya.
“Kami atur jadwal kedatangan sekitar pukul 10 hingga 11, agar tidak terjadi penumpukan. Semua perangkat juga sudah kami siapkan untuk mendukung kelancaran PNBP,” ujarnya.
Di sisi lain, Kacabdin Banyuwangi, Eko Budi Santoso melalui Kasi SMA Mohamad Arief Ainur Rozie, menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada calon siswa dan orang tua. Ia juga menekankan pentingnya integritas seluruh panitia SPMB serta menjelaskan perubahan sistem, termasuk penempatan jalur domisili di tahap awal dan penerapan sistem rayon.
“Dengan sistem rayon, kita memastikan siswa bersekolah di wilayahnya. Harapannya, peserta didik tidak salah memilih dan bisa menentukan sekolah yang sesuai,” pungkasnya.
Dengan sosialisasi ini, diharapkan seluruh calon peserta didik maupun orang tua semakin memahami mekanisme SPMB 2026 secara utuh, sehingga dapat menentukan pilihan sekolah dengan tepat, tanpa kebingungan, serta mampu memanfaatkan setiap jalur yang tersedia secara optimal demi masa depan pendidikan yang lebih baik.










