Filesatu.co. id, WAY KANAN | KELUARGA besar Bapak Raden Wahyu melakukan silahturahmi dan takziah dengan itikad baik ke rumah warga yang tertimpa musibah di Kampung Umpu SP 3 Kencana, RT 14, Kabupaten Way Kanan, Sabtu 24 Januari 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral atas musibah yang menimpa dua jurnalis asal OKU serta satu warga yang mengalami patah kaki.
Kedatangan rombongan keluarga besar Bapak Raden Wahyu disambut dengan baik oleh keluarga korban.
Silahturahmi tersebut turut didampingi Kepala Kampung Umpu SP 3 Kencana, Bapak Edi Supratman, bersama perangkat kampung, termasuk Kepala Dusun Bapak Badar.
Acara pertemuan dibuka langsung oleh Kepala Kampung Edi Supratman. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pertemuan yang penuh itikad baik dan menekankan pentingnya musyawarah serta kekeluargaan dalam menyikapi musibah.
“Kami bersyukur pertemuan ini bisa terlaksana dengan baik. Musibah ini bukan kehendak siapa pun, dan alhamdulillah kedua belah pihak bisa duduk bersama untuk saling memahami,” ujar Edi Supratman.
Dalam musyawarah tersebut, keluarga korban menyampaikan kondisi yang mereka alami pascakejadian. Salah satu korban meninggal dunia dan meninggalkan seorang istri serta tiga orang anak, di mana satu anak masih bersekolah di tingkat SMP dan dua lainnya belum memasuki usia sekolah.
Penyampaian keluarga korban dilakukan dengan penuh harap agar ada perhatian dan kepedulian demi keberlangsungan hidup serta pendidikan anak-anak almarhum.
Menanggapi hal tersebut, Bapak Raden Wahyu menyampaikan bahwa kedatangannya bersama keluarga besar adalah murni dengan niat baik untuk menjalin silahturahmi dan mencari jalan terbaik bagi semua pihak.
“Kalau kita punya niat baik, insyaallah selalu ada jalan. Kami datang dengan itikad baik dan ingin musibah ini diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Bapak Raden Wahyu.
Sebagai bentuk kepedulian, keluarga besar Bapak Raden Wahyu juga menyerahkan bantuan untuk kebutuhan keluarga almarhum, termasuk bantuan untuk keperluan tujuh hari almarhum.
Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Musyawarah berlangsung dengan suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk saling memahami bahwa kejadian tersebut merupakan musibah yang tidak diinginkan oleh siapa pun.
Pertemuan pun ditutup dengan doa bersama sebagai simbol perdamaian dan kebersamaan.
Pada malam harinya, keluarga besar Bapak Raden Wahyu kembali hadir mengikuti takziah di rumah almarhum sebagai bentuk empati, penghormatan, dan dukungan moral kepada keluarga korban.
Silahturahmi ini menjadi contoh penyelesaian permasalahan secara humanis dan kekeluargaan, sekaligus memperkuat nilai gotong royong serta persaudaraan di tengah masyarakat Kampung Umpu SP 3 Kencana, Way Kanan. ***




