Filesatu.co.id, Jember | Ketahanan pangan bukan hanya tentang menanam, tetapi juga memastikan hasil panen terserap dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan pelepasan pengiriman hasil panen jagung Gapoktan binaan Polri Polres Jember kepada Bulog Cabang Jember, Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., bersama Kepala Bulog Divisi Regional Jember Muhammad Ade Saputra, S.E., Gapoktan binaan Polri serta Muspika Kecamatan Puger, melepas pengiriman tersebut bersama tamu undangan. Rabu, (7/10/2026)
Kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan Polres Jember terhadap program ketahanan pangan, khususnya melalui penyerapan dan pemasaran hasil panen jagung petani.
Bagi petani, terserapnya hasil panen menjadi langkah penting untuk membuka kepastian pasar, menggerakkan roda ekonomi, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan. Sementara bagi ketahanan pangan, hasil panen yang terserap berarti semakin kuatnya rantai pangan dari lahan hingga penyaluran.
Kapolres Jember AKBP Alaiddin mengatakan, program ketahanan pangan harus memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani.
Kami ingin program ketahanan pangan ini tidak berhenti pada proses menanam dan panen. Hasilnya harus terserap, petani mendapatkan kepastian pemasaran, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Polri akan terus membangun sinergi dengan petani, Bulog dan seluruh stakeholder untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar AKBP Alaiddin.
Menurutnya, sinergi antara Polri, kelompok tani, Bulog dan pemerintah di tingkat wilayah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan.
“Ketika petani kuat, produksi pangan juga kuat. Karena itu, kita harus hadir bersama, mendampingi dan mencari solusi agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.
Tak berhenti pada sektor pertanian, kegiatan tersebut juga diwarnai kepedulian sosial. Kapolres Jember memberikan bantuan sembako kepada 100 orang penerima manfaat dari masyarakat sekitar.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus memperkuat pesan bahwa ketahanan pangan harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.
Sinergi Polri, petani, Bulog dan unsur pemerintah di wilayah menjadi energi bersama untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.









