Mutu Pavingisasi BK Rp199 Juta di Banjarkemantren Disorot

Penulis: Didik
Editor: Redaksi

 

Filesatu.co.id, SIDOARJO | Pekerjaan pemeliharaan jalan lingkungan melalui pavingisasi di Dusun Pandean RW 01, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, menjadi perhatian warga. Sorotan terutama berkaitan dengan kondisi sejumlah material yang digunakan serta keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan papan informasi di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki luas sekitar 720 meter persegi dengan sumber pembiayaan Bantuan Keuangan (BK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 senilai Rp199.903.000.

Di lapangan, sejumlah pihak yang melakukan pemantauan mempertanyakan kondisi fisik material paving block dan kanstin/berem yang dinilai perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Material yang diperlihatkan saat pemantauan disebut relatif mudah mengalami kerusakan ketika ditekan atau diremas.

Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar munculnya pertanyaan mengenai kesesuaian mutu material dengan spesifikasi teknis pekerjaan. Namun, penilaian terhadap kualitas konstruksi idealnya dilakukan melalui pemeriksaan teknis atau uji laboratorium oleh pihak yang memiliki kewenangan, sehingga tidak hanya berdasarkan pengamatan visual di lapangan.

Ketua DPK LSM LIRA Buduran, Anang Choirul Lazim, saat melakukan pemantauan pada Rabu (30/9/2026), meminta agar kualitas pekerjaan menjadi perhatian.

“Kalau memang kualitasnya seperti yang terlihat di lapangan, tentu perlu diperiksa. Jangan sampai pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah justru menghasilkan pekerjaan yang tidak bertahan lama,” ujarnya.

Selain mutu material, pemantauan di lapangan juga memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan, termasuk sejauh mana Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD) menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya dalam pekerjaan tersebut.

Anang berharap seluruh proses pelaksanaan dapat dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat mengetahui pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kegiatan, pengadaan material, hingga pengawasan hasil pekerjaan.

Warga setempat yang tidak ingin identitasnya dipublikasikan menyatakan mendukung pembangunan tersebut. Namun, warga berharap kualitas pekerjaan sebanding dengan anggaran yang digunakan.

“Pada prinsipnya kami mendukung pembangunan. Yang penting kualitasnya baik dan hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Persoalan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari Pemerintah Desa Banjarkemantren, TPKD, serta instansi terkait. Terutama mengenai spesifikasi teknis, sumber material, mekanisme pelaksanaan, dan hasil pengawasan pekerjaan.

Hingga berita ini disusun, Kepala Desa Banjarkemantren dan pihak TPKD belum memberikan keterangan resmi. Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada pihak-pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.

Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau kesalahan pihak tertentu. Setiap temuan maupun informasi mengenai kualitas pekerjaan masih perlu diverifikasi berdasarkan dokumen, pemeriksaan teknis, serta keterangan dari pihak yang berwenang.**”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *