Minim Transparansi, Revitalisasi SDS Islam Tanfidziz Syariah Sampang Disorot, Sloof dan Pondasi Dipertanyakan

Filesatu.co.id,  Sampang | Proyek revitalisasi SDS Islam Tanfidziz Syariah di Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menuai sorotan. Proyek yang bersumber dari anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI tahun 2026 itu dipertanyakan karena tidak ditemukan papan informasi proyek, sementara kondisi pekerjaan sloof dan pondasi memerlukan penjelasan teknis.

Berdasarkan pantauan awak media pada Selasa (20/10/2026), pekerjaan yang disebut telah berlangsung hampir satu bulan tersebut belum dilengkapi papan informasi berisi nilai anggaran, pelaksana, sumber dana, dan jangka waktu pengerjaan. Selain itu, pekerja di lokasi juga diduga belum menerapkan standar keselamatan kerja secara memadai.

Bacaan Lainnya

Bupati LIRA Sampang, Sudar, SE., menyoroti sejumlah temuan tersebut, termasuk dugaan manipulasi pekerjaan sloof. “Banyak temuan di lapangan, pekerja tidak menggunakan K3, tidak ada papan informasi, serta dugaan manipulasi pekerjaan sloof,” katanya. Ia menyatakan akan terus melakukan investigasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Seorang pekerja di lokasi mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber maupun mekanisme program pembangunan yang sedang dikerjakan. “Pekerjaan sudah hampir satu bulan. Saya hanya pekerja dan tidak tahu ini proyek apa,” ujarnya. Ia juga menyebut mayoritas pekerja berasal dari luar desa setempat.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan program dan keterlibatan masyarakat sekitar. Namun, mekanisme perekrutan tenaga kerja serta alasan penggunaan pekerja dari luar desa masih perlu dikonfirmasi kepada pihak sekolah dan pelaksana kegiatan.

Dari sisi konstruksi, bagian sloof terlihat menyerupai cor tambahan atau tempelan. Sementara pada bagian pondasi, terdapat material batu yang diduga berasal dari bongkaran bangunan dan tampak digunakan sebagai pengganjal. Kedua kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan kesesuaiannya dengan gambar kerja dan spesifikasi proyek.

Meski demikian, pengamatan visual belum cukup untuk menyimpulkan adanya penyimpangan atau memastikan dampaknya terhadap kekuatan bangunan. Pemeriksaan langsung oleh tenaga teknis yang berkompeten diperlukan untuk menilai mutu pekerjaan sloof dan pondasi tersebut.

Kepala SDS Islam Tanfidziz Syariah, Samhari, belum memberikan keterangan terkait ketiadaan papan informasi, keterlibatan pekerja lokal, maupun kondisi konstruksi. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp belum mendapat respons hingga berita ini ditulis. Konsultan pengawas juga belum memberikan penjelasan.

Pihak sekolah, pelaksana kegiatan, konsultan pengawas, dan instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi mengenai administrasi proyek, penerapan K3, serta kualitas pekerjaan. Transparansi dan pengawasan diperlukan agar pelaksanaan program yang menggunakan anggaran pemerintah dapat dipertanggungjawabkan.

Sekadar diketahui, pada tahun anggaran 2026, SDS Islam Tanfidziz Syariah di Desa Barunggagah tercatat memperoleh program revitalisasi dari Kemendikdasmen RI untuk rehabilitasi ruang kelas dan fasilitas gedung lainnya. Hingga Selasa (20/10/2026), pekerjaan masih berlangsung dengan persiapan pengecoran bagian atas bangunan. Media ini membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait sesuai prinsip jurnalistik.

(Fal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *