Milad El-Salma Ke 13, Inspirasi Ibu Muslimah Dorong Transformasi Budaya Islam Berkarakter Elegan Dan Berbudaya Di Blitar

Penulis: Pram
Editor: Redaksi
Ketua Panitia milad El-Salma ke 13 Fauzia Laame Memberikan Keterangan Pers di sela sela acara
Ketua Panitia milad El-Salma ke 13 Fauzia Laame Memberikan Keterangan Pers di sela sela acara

Filesatu.co.id, Blitar | Perayaan milad ke-13 ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Komunitas ibu-ibu berhijab di Blitar ini menorehkan sejarah perjalanan panjang dalam mendorong transformasi budaya Islam, menginspirasi muslimah, serta aktif dalam berbagai aksi sosial dan keagamaan di wilayah Blitar.

Sebagai puncak perayaan Milad ke-13, EL-SALMA bekerja sama dengan Perwosi Kabupaten Blitar menggelar acara besar bertajuk Pesona Batik Blitar dengan tema “Berkarakter, Elegan, dan Berbudaya”.

Bacaan Lainnya

Acara Milad ke-13 EL-SALMA berlangsung meriah, para peserta dan hadirin yang hadir tampak antusias mengikuti setiap tahapan acara. Bertempat di Pendopo Sasana Adhi Praja, Kanigoro, Kabupaten Blitar. Sabtu (29/08/2026).

Rangkaian perlombaan yang dilaksanakan dalam milad El-Salma ke 13 kali ini antara lain Pemilihan Model Muslim, Lomba Fashion Show Batik, Lomba Mewarnai Ibu dan Anak, Lomba Membuat Bros Cakra Palah, Kompetisi Mini Vlog. Memperebutkan Piala Ketua PERWOSI Kabupaten Blitar Arina Beky.

Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Blitar, Arina Beky Herdiansyah, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, perayaan Milad El-Salma tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk berkreasi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan El-Salma. Mereka tidak hanya merayakan ulang tahun, tetapi ingin memberikan manfaat dan menjadi wadah bagi masyarakat, terutama generasi Kabupaten Blitar untuk berkreasi dan mengekspresikan diri,” kata Arina.

Arina menilai pengenalan batik khas Blitar, khususnya Cakrapalah, kepada anak-anak sejak usia dini penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.

“Yang penting mereka percaya diri membawakan budaya Blitar dengan batiknya, yaitu Cakrapalah. Dikenalkan sejak usia dini supaya bagus untuk generasi mendatang. Kami tentu mendukung kegiatan yang bermanfaat seperti ini,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Panitia HUT ke 13 El-Salma Hijabers Mom Community Blitar, Fauzia Laame, mengatakan bahwa, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya lokal melalui batik kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami juga mendapat dukungan dari Asosiasi Batik yang memberikan kesempatan kepada kami untuk memperagakan batik dalam kegiatan hari ini,” ungkap Fauziah.

Antusiasme peserta cukup tinggi. Lomba mewarnai diikuti sekitar 500 peserta dari PAUD dan TK, sedangkan fashion show diikuti sekitar 60 peserta dari jenjang PAUD, TK, SMP hingga SMA.

Fauzia menyampaikan bahwa, El-Salma yang telah berdiri selama 13 tahun bukan sekadar komunitas sosialita. Komunitas tersebut juga aktif dalam kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Bukan hanya komunitas sosialita. Ada sesuatu yang kami berikan untuk masyarakat Blitar. Kami berbagi kepada orang yang membutuhkan dan ketika ada bencana, kami juga selalu merespons cepat untuk memberikan bantuan,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *