Insiden Bekasi Timur Picu Gangguan Perjalanan, KAI Daop 7 Minta Maaf

Filesatu.co.id, Madiun | PT KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelanggan atas gangguan perjalanan kereta api dampak insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daop 1 Jakarta.

Gangguan tersebut berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh menuju maupun berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun. Beberapa KA mengalami kelambatan tinggi, bahkan sebagian perjalanan dibatalkan guna menormalkan sirkulasi operasional.

Bacaan Lainnya

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.

“Kami memohon maaf atas kendala operasional yang terjadi di lintas Bekasi Timur. Saat ini petugas di lapangan terus berupaya melakukan percepatan normalisasi jalur sekaligus rekayasa pola operasi KA agar perjalanan KA dapat kembali sesuai jadwal,” ujarnya.

Berdasarkan pembaruan pukul 06.30 WIB, sejumlah KA mengalami keterlambatan tinggi, di antaranya KA Bangunkarta relasi Pasarsenen–Jombang terlambat 630 menit, KA Brantas relasi Pasarsenen–Blitar terlambat 657 menit, KA Jayakarta relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng terlambat 573 menit, serta KA Majapahit relasi Pasarsenen–Malang terlambat 541 menit.

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan service recovery bagi pelanggan terdampak di stasiun maupun di atas kereta, mulai minuman hingga makanan berat sesuai durasi keterlambatan.

Bagi pelanggan yang memilih membatalkan perjalanan, KAI juga menyediakan pengembalian tiket 100 persen di luar biaya pesan melalui loket stasiun yang ditunjuk.

KAI menegaskan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan serta terus melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.(hms/anwar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *