Filesatu.co.id, Blitar | Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ngrendeng Kecamatan Selorejo mengadakan pelatihan pengolahan tanaman obat keluarga (TOGA) yaitu lidah buaya (Aloe vera) menjadi minuman sehat.
Inovasi ini sangat baik untuk meningkatkan ekonomi kreatif rumah tangga dan menjaga kesehatan keluarga, karena lidah buaya kaya akan antioksidan, melancarkan pencernaan, serta dapat membantu mengontrol gula darah.
Pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga atau PKK melalui pelatihan pengolahan tanaman lidah buaya (Aloe vera) menjadi sirup merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan dan ekonomi keluarga.
Kegiatan pelatihan ini diikuti ibu – ibu PKK di desa Ngrendeng Kecamatan Selorejo. Bertempat di Pendopo Desa, seluruh peserta tampak antusias mencatat dan mempraktekkan pembuatan minuman ini. Kamis (27/08/2026).
Kasi Pelayanan Desa Ngrendeng Zaenab menyampaikan bahwa, inisiatif seperti pembuatan nata de coco dari lidah buaya memiliki dampak positif ganda. Pertama, secara ekonomi, ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui inovasi produk dan membuka potensi usaha rumahan.
Kedua, dari segi pangan, olahan ini memperkaya variasi menu sehat yang dapat dikonsumsi masyarakat. Lidah buaya sendiri dikenal kaya serat, yang baik untuk pencernaan.
“Dengan demikian, olahan ini tidak hanya lezat tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan lebih lanjut untuk masyarakat dalam mengembangkan produk seperti ini sangat penting untuk mendukung keberlanjutan ekonomi lokal dan ketahanan pangan,” ungkap Zaenab seusai acara.
Zaenab juga menyampaikan bahwa, dari sisi kesehatan, nata de coco lidah buaya dapat menjadi alternatif camilan yang lebih sehat dan kaya serat.
“Lidah buaya sendiri dikenal memiliki kandungan serat yang tinggi, antioksidan, serta berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan,” jelasnya.
Zaenab menambahkan bahwa, mengolah lidah buaya menjadi nata de coco memungkinkan masyarakat untuk mengonsumsi manfaat lidah buaya dalam bentuk yang lebih menarik dan palatable, khususnya bagi mereka yang mungkin tidak menyukai rasa lidah buaya segar.
“Pemanfaatan bahan pangan lokal seperti lidah buaya juga mendukung pola konsumsi yang lebih berkelanjutan, mengurangi jejak karbon akibat transportasi bahan pangan dari jarak jauh, dan memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada di sekitar kita,” pungkasnya.
Diakhir acara seluruh peserta pelatihan dan staf yang ada di balai desa bersama-sama menikmati hasil kreasi pembuatan minuman segar dan kaya manfaat bagi kesehatan ini.(Pram).











