Filesatu.co.id, Madiun | Tidak semua perjuangan berakhir dengan medali emas. Tidak semua atlet berdiri di podium tertinggi. Namun, setiap langkah di gelanggang menyimpan cerita tentang keberanian, disiplin, dan kerja keras. Pesan itulah yang mengemuka dalam penutupan Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Antarpelajar se-Kabupaten Madiun Tahun 2026, Kamis (5/11/2026).
Bertempat di Gedung Korpri Kabupaten Madiun, kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut ditutup langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, sekaligus dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada para peraih juara.
Kejuaraan ini mempertemukan pesilat pelajar dari berbagai sekolah dan madrasah di Kabupaten Madiun. Mulai kategori Usia Dini 2 hingga Pra Remaja, para atlet berkompetisi dalam nomor tanding putra-putri serta seni tunggal putra-putri.
Di balik setiap pertandingan, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat: latihan berulang, keringat, pengorbanan waktu, hingga keberanian menghadapi lawan. Gelanggang menjadi tempat para atlet muda menguji kemampuan sekaligus menempa mental.
Pada kategori Usia Dini 2 tanding putra, sejumlah juara pertama di antaranya Fausta Azam Atharis dari SDN Ngadirejo 03, Sakti Argani Danadyaksa dari SDIT Insan Madani, Muhammad Ziggy Saverio dari SDN Balerejo 02 Kebonsari, hingga Kevin Aldan Alwafi dari SDN Bagi 02.
Sementara kategori tanding putri melahirkan para juara seperti Aisyah Syifa Nurfiannanda dari MI Ibn Umar, Princess Allecia Avrellanina dari SDN Sareng 02, Nirfana Sabilla dari SDN Ngengor, hingga Bintang Putri Azzahra dari SDN Luword 03.
Persaingan kategori Pra Remaja juga melahirkan sejumlah pesilat berprestasi. Di nomor tanding putra, posisi pertama diraih antara lain Muhamat Rhois dari MTsN 11 Madiun, Yusuf Syarif Hidayatullah dari SMPN 1 Nglames, Zujama Djagad Hadi Pamungkas dari MTsN 1 Madiun, dan Rafael Devino Abiyuhan dari MTsN 1 Madiun.
Pada nomor tanding putri, juara pertama di antaranya Maicha Aurora Filrizky dari SMPN 1 Pilangkenceng, Wahyu Novia Sari dari SMPN 1 Dagangan, Annisa Ratifa Kayla dari MTsN 4 Madiun, serta Maydha Anjara Antika dari MTsN 8 Madiun.
Adapun nomor seni tunggal Usia Dini 2 kategori prestasi dimenangkan Albastyan Aristyo Pradana dari SDN Banjarsari Kulon 02 dan Antika Cakra Billah Syiwa Laksa dari SDN Kepel 01. Untuk Pra Remaja, prestasi diraih Ghifari Rayyandra Alfarizqi dari SMPN 1 Sawahan dan Shafa Mareta Fahrani dari SMPN 1 Geger.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengapresiasi terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia berharap Bupati Cup tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga modal bagi para pelajar untuk terus berkarya dan mengembangkan prestasi di bidang pencak silat.
Di hadapan para peserta, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga semangat latihan. Ia bahkan meminta setiap kecamatan terus mempersiapkan atlet, khususnya pesilat nomor seni, untuk ditampilkan dalam berbagai kegiatan di wilayah masing-masing.
“Berlatih terus, jangan putus asa, tetap harus disiplin, hormati orang tua, hormati pelatih, dan hormati guru,” pesan Bupati.
Pemerintah Kabupaten Madiun, lanjutnya, juga membuka peluang pemberian penghargaan bagi atlet yang mampu meraih medali emas dalam ajang Porseni tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Kalau nanti panjenengan bisa membawa medali emas dari Porseni Provinsi Jawa Timur, akan mendapatkan reward dari Pemerintah Kabupaten Madiun,” ungkapnya.
Menariknya, dalam Bupati Cup 2026 tidak ditetapkan juara umum. Meski begitu, seluruh peserta tetap memperoleh sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas keikutsertaan dan perjuangan mereka dalam kejuaraan tersebut.
Bagi Bupati, capaian seorang atlet tidak semata-mata diukur dari medali yang dibawa pulang. Semangat berlatih, kedisiplinan, serta sikap menghormati orang tua, guru, dan pelatih merupakan bekal penting dalam perjalanan meraih masa depan.
Kejuaraan itu pun resmi ditutup oleh Hari Wuryanto. Namun, berakhirnya kompetisi bukan berarti berhentinya perjuangan. Para pesilat muda masih memiliki gelanggang yang lebih luas untuk ditaklukkan.
Sebab, piala mungkin hanya menjadi simbol kemenangan hari ini. Sementara mental juara dibentuk dari kesediaan untuk terus berlatih, keberanian menerima kekalahan, dan keteguhan untuk tidak menyerah.(adv)









