Filesatu.co.id, MADIUN | Ribuan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Kabupaten Madiun dikukuhkan dalam Wisuda Bersama Angkatan XI di Pendopo Ronggo Jumeno, Minggu (25/10/2026).
Sebanyak 1.349 santri mengikuti prosesi tersebut. Mereka terdiri dari 1.234 santri anak-anak dan 115 santri dewasa.
Kehadiran santri dewasa menjadi salah satu pesan kuat dalam momentum tersebut. Para peserta dari berbagai usia berdiri dalam satu barisan, menyelesaikan proses pembelajaran Al-Qur’an tanpa menjadikan umur sebagai batas.
Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi menegaskan, menuntut ilmu bukan hanya kewajiban anak-anak.
“Orang menuntut ilmu itu bukan cuma anak-anak saja. Luar biasa, ada TPA dewasa, ada TPA lanjutan di Kabupaten Madiun yang hari ini ikut diwisuda,” tegasnya.
Ia kemudian mengutip prinsip tentang kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim.
“Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslim. Thalabul ‘ilmi min al-mahdi ilal lahdi,” katanya.
Wisuda tersebut berlangsung dalam momentum Hari Santri Nasional 2026. Wabup mengatakan semangat santri tidak hanya berkaitan dengan pendidikan agama, tetapi juga kecintaan terhadap tanah air.
Ia menyinggung lagu Syubbanul Wathan yang menurutnya membawa pesan tentang semangat cinta tanah air.
“Prinsipnya adalah menggugah semua pemuda untuk cinta tanah air yang pada waktu itu masih dalam penjajahan Belanda,” jelasnya.
Wabup berharap pembelajaran Al-Qur’an melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah.
“Semoga keberadaan kita ini senantiasa membawa rida dan barokah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjadikan kita orang-orang yang semakin maju, semakin baik, dan memiliki akhlakul karimah yang terpuji,” harapnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Madiun, Wabup juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
“Saya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati,” pungkasnya.
Prosesi tersebut menjadi penanda perjalanan para santri dalam belajar Al-Qur’an sekaligus pengingat bahwa pendidikan tidak berhenti pada usia tertentu.
Dari anak-anak hingga santri dewasa, satu pesan mengemuka dari Pendopo Ronggo Jumeno: selama kemauan belajar tetap menyala, tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu.(ADV)









