Filesatu.co.id, KARAWANG | Memperingati Hari Lahir Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-60 pada 17 September 2026, Majelis Daerah (MD) KAHMI Karawang menyiapkan rangkaian kegiatan yang memadukan refleksi, silaturahmi, dan suasana kegembiraan.
Koordinator Presidium MD KAHMI Karawang, Muslim Hafidz, menyampaikan bahwa peringatan usia ke-60 tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang organisasi sejak 17 September 1966, tetapi juga ruang untuk mempererat tali silaturahmi antaralumni.
Ia menegaskan, perjalanan enam dekade KAHMI patut dirayakan dengan cara yang sederhana, hangat, dan membahagiakan. Kegiatan yang disiapkan menggabungkan aspek reflektif serta ruang kebersamaan yang menyenangkan.
Beberapa agenda utama yang disiapkan MD KAHMI Karawang antara lain potong tumpeng, lomba catur, dan pertandingan minisoccer. Acara pemotongan tumpeng digelar sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan enam dekade KAHMI sekaligus panjatan doa agar organisasi ini terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, lomba catur dipilih sebagai ajang yang mengedepankan strategi, kecerdasan, dan sportivitas. Adapun pertandingan minisoccer dihadirkan untuk menciptakan suasana santai dan akrab di antara para alumni. Menurut Muslim, lulusan Magister Universitas Indonesia ini, catur mengajarkan filosofi berpikir, sedangkan minisoccer melatih kerja sama tim. Keduanya dinilai sederhana namun sarat akan nilai kebersamaan.
Sebagai rumah besar alumni HMI dengan beragam latar belakang profesi serta pengalaman, momentum milad ini dinilai sangat tepat untuk memperkuat hubungan antarsesama alumni. Di tengah padatnya kesibukan masing-masing, kegiatan berolahraga, bercanda, dan duduk bersama menjadi ruang efektif untuk menumbuhkan silaturahmi.
Memasuki usia ke-60 tahun, KAHMI diharapkan tidak hanya tumbuh kokoh secara kelembagaan, tetapi juga semakin dekat dan hadir di tengah masyarakat. Melalui peringatan milad ini, MD KAHMI Karawang berkomitmen menjadikan perayaan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum nyata untuk menguatkan persaudaraan, menjaga gagasan, merawat kesehatan, serta melanggengkan pengabdian. ***









