Filesatu.co.id, Sidoarjo | Tiga direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo resmi ditetapkan setelah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi. Ketiganya langsung menandatangani kontrak kinerja dan surat pernyataan direksi sebagai bentuk komitmen menjalankan target dan tanggung jawab perusahaan.
Ketiga direksi tersebut yakni Luhur Pambudi Mulyono, S.T., M.M. sebagai Direktur Utama, Dr. Widyo Nugroho, S.T., M.M.T. sebagai Direktur Operasional, dan Rivelino Rizky Muchtar, S.Pi., M.M. sebagai Direktur Pelayanan.
Penandatanganan kontrak kinerja dan surat pernyataan direksi berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman, AP, M.Si., yang mewakili Bupati Sidoarjo Subandi.
Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Ainun Amalia, S.Sos., Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Dr. M. Bahrul Amiq, S.H., M.H., serta Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Feny Apridawati, S.K.M., M.Kes., yang juga menjabat Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo.
Dalam laporannya, Feny mengatakan ketiga direksi telah melalui sejumlah tahapan seleksi sebelum ditetapkan untuk menduduki jabatan masing-masing.
Menurut dia, penetapan direksi bukan merupakan akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memenuhi target yang telah disepakati. Kontrak kinerja yang ditandatangani menjadi bagian dari komitmen tersebut.
Feny menegaskan, jajaran direksi harus mampu menjalankan target yang telah ditetapkan. Bahkan, terdapat konsekuensi apabila target tersebut tidak dapat dipenuhi sesuai komitmen.
“Seandainya dalam satu tahun tidak bisa menjalankannya, maka harus mengundurkan diri dari direksi tanpa paksaan,” tegas Feny.
Ia menyebut Perumda Delta Tirta Sidoarjo masih menghadapi sejumlah pekerjaan yang membutuhkan pembenahan. Salah satunya terkait peningkatan kinerja perusahaan, termasuk pengelolaan kerja sama dengan pihak ketiga dan perluasan cakupan pelayanan kepada masyarakat.
Peningkatan sambungan rumah tangga juga menjadi salah satu pekerjaan yang harus mendapat perhatian. Perluasan akses pelayanan air bersih dinilai membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan kerja sama internal yang kuat.
“Kerja sama yang baik antar-direksi beserta jajaran sangat diperlukan dan wajib dilaksanakan. Kami dari Pansel berharap agar kekompakan kinerja akan berdampak baik pada pelayanan air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan penandatanganan kontrak kinerja tersebut, tiga direksi baru kini menghadapi tuntutan untuk menerjemahkan komitmen dalam bentuk capaian nyata. Peningkatan kualitas pelayanan, perluasan sambungan rumah tangga, serta penguatan kinerja perusahaan menjadi sejumlah pekerjaan yang menanti untuk dibuktikan.










