Gugatan Warga Kenten terhadap PDAM Tirta Betuah Terus Bergulir, Pertemuan Ketiga Masih Tahap Mediasi

Penulis: Ali Zebet SL
Editor: Redaksi
Mediasi warga Kenten Raya dengan PDAM Tirta Betuah Banyuasin di Pengadilan Negeri (PN) Palembang
Mediasi warga Kenten Raya dengan PDAM Tirta Betuah Banyuasin di Pengadilan Negeri (PN) Palembang

Filesatu.co.id,PALEMBANG SUM-SEL | Gugatan warga Kenten Raya terhadap PDAM Tirta Betuah Banyuasin di Pengadilan Negeri (PN) Palembang terus bergulir. Memasuki pertemuan ketiga pada Rabu (26/8/2026), perkara tersebut masih berada dalam tahap mediasi untuk mencari kesepakatan damai terkait keluhan warga atas buruknya pelayanan air bersih. Sabtu 29 Agustus 2026.

Gugatan diajukan enam perwakilan warga Kenten Raya, yakni Ferryadi Asri Munandar, Awaludin, Heryadi, Dedison, Arwin Antoni, dan Muslim, melalui kuasa hukum dari YLBH Ganta Keadilan Sriwijaya.

Bacaan Lainnya

Warga mengeluhkan pasokan air bersih yang sangat minim. Menurut mereka, air hanya mengalir sekitar dua kali dalam sebulan, bahkan pernah hanya satu kali dalam sebulan.

Selain persoalan kuantitas, warga juga mengeluhkan kualitas air yang keruh dan berlumpur sehingga dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terlebih untuk dikonsumsi.

Rangkaian Persidangan
Sidang perdana perkara tersebut digelar pada 28 Juli 2026. Namun, persidangan sempat ditunda karena pihak tergugat tidak hadir.

Persidangan kemudian dilanjutkan pada 11 Agustus 2026 dengan agenda mediasi formal yang mempertemukan pihak penggugat dengan Direktur PDAM Tirta Betuah Hendra Gunawan, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan selaku pihak yang turut tergugat.

Pertemuan ketiga pada 26 Agustus 2026 menjadi kelanjutan proses komunikasi antara kedua belah pihak. Dalam proses tersebut, penggugat dan tergugat disebut berkomitmen mengedepankan penyelesaian secara damai untuk menyusun sejumlah poin kesepakatan, termasuk rencana perbaikan fasilitas dan pelayanan air bersih.

Warga Dorong Transparansi dan Perbaikan Pelayanan

Dalam proses mediasi, warga meminta adanya transparansi terkait kualitas dan kapasitas produksi air. Mereka berharap kapasitas produksi dapat mencukupi kebutuhan masyarakat, disertai distribusi yang teratur serta ketersediaan sumber air yang memadai.

Warga juga meminta proses pengolahan air dilakukan secara berkala sehingga air yang didistribusikan kepada masyarakat sebagai konsumen memenuhi standar kelayakan.

Menurut pihak penggugat, air merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan pelayanan air bersih harus menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

PDAM Siapkan WTP Baru

Merespons persoalan tersebut, PDAM Tirta Betuah menyampaikan rencana menyiapkan Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air baru untuk membantu mengatasi persoalan pasokan air di wilayah Kenten Laut.

Direktur Utama PDAM Tirta Betuah, Hendra Gunawan, mengatakan pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Di tengah kondisi kemarau ekstrem yang turut berdampak terhadap ketersediaan air, Hendra mengatakan PDAM akan berupaya memberikan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.

“Nanti akan kita upayakan untuk bantuan air bersih dengan tiga mobil tangki dan akan disalurkan kepada warga Kenten dan sekitarnya. Satu mobil tangki akan melakukan tiga kali pengantaran.

Paling tidak bisa membantu kebutuhan air masyarakat Kenten, sambil menunggu solusi ke depan, langkah apa yang akan kita ambil untuk melakukan perbaikan atau membangun fasilitas PDAM yang baru,” ujar Hendra.

Warga Sambut Baik Rencana Bantuan Air
Salah satu perwakilan masyarakat, Arwin Antoni, menyambut baik inisiatif PDAM Tirta Betuah untuk membantu warga selama proses perbaikan pelayanan berlangsung.

Arwin yang juga tergabung dalam Fast Respons Indonesia Center (FRIC) berharap rencana tersebut segera direalisasikan.

“Kami sebagai masyarakat menunggu realisasi yang baik ini. Sudah belasan tahun kami belum merasakan pelayanan ini, apalagi diberi bantuan air,” ucap Arwin.

Menurut Arwin, pembangunan instalasi pengolahan air bersih di sekitar Kenten Laut menjadi salah satu solusi yang patut dipertimbangkan. Lokasi yang lebih dekat dinilai dapat mengurangi persoalan distribusi air dari sumber yang jaraknya cukup jauh.

“Alangkah baiknya bila PDAM Tirta Betuah mau melakukan pembangunan tempat pengolahan air bersih di sekitar Kenten Laut yang jaraknya sangat dekat. Mengingat jarak distribusi air yang terlalu jauh dari Merah Mata, seperti yang dikeluhkan Direktur PDAM Tirta Betuah, menjadi salah satu penyebab sering terjadi kebocoran dan tersendatnya pasokan air bersih ke wilayah Kenten Laut,” kata Arwin.

Selain membangun fasilitas baru, Arwin juga mendorong adanya koordinasi antara PDAM Tirta Betuah dengan pihak terkait, termasuk Perumda Tirta Musi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, hingga pemerintah pusat.
“Yang terpenting, masyarakat menunggu realisasi pasti dengan solusi yang terbaik.

Kami meminta persoalan ini diprioritaskan dan dianggarkan. Bila perlu, berkoordinasi dengan Pemprov dan pemerintah pusat dalam memberikan pelayanan air bersih serta mencukupi kebutuhan masyarakat yang sangat vital ini,” tutup Arwin.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *