Filesatu.co.id, Kota Blitar | Ben Carnival (Blitar Ethnic National Carnival) ke-5 tahun ini, untuk pertama kalinya digelar pada malam hari. Hal ini berbeda dari empat penyelenggaraan sebelumnya yang selalu dilaksanakan pada siang hari.
Mengambil start di depan Aloon- Aloon dan finis di depan kantor DPRD Kota Blitar, acara berlangsung lebih meriah dan spektakuler dari tahun sebelumnya. Suasana baru dan waktu pelaksanaan diubah ke malam hari membuat penonton dan peserta lebih nyaman dari panas matahari.
Diikuti oleh sekitar 40 kontingen dari berbagai instansi dan elemen masyarakat. Pelaksanaan kegiatan kali ini juga menjadi daya tarik tersendiri dengan menampilkan permainan tata lampu yang indah untuk menghidupkan suasana karnaval budaya nusantara kebanggaan masyarakat Kota Patria. Sabtu (22/08/2026).
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau akrab disapa Mas Ibin menyampaikan bahwa, perubahan waktu pelaksanaan menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan BEN Carnival tahun 2026 ini. Meski digelar malam hari, rute karnaval masih menggunakan jalur seperti penyelenggaraan sebelumnya.
“Karena ini edisi kelima atau lima tahun, maka mulai tahun ini kita coba tampilkan di malam hari. Rutenya memang masih seperti kemarin. Tahun-tahun mendatang mungkin rutenya akan diperpanjang,” ungkap Mas Ibin.
BEN Carnival tahun ini menghadirkan sekitar 40 penampilan yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. Beragam seni, adat, budaya, tari, dan talenta Nusantara ditampilkan untuk menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.
Dalam penyelenggaraan BEN Carnival, sejumlah talenta dari luar Kota Blitar juga dilibatkan. Hal itu dilakukan karena banyaknya jenis seni dan budaya yang ditampilkan sehingga membutuhkan penari serta talenta dari berbagai daerah.
Penyelenggaraan BEN Carnival sengaja dikaitkan dengan momentum kemerdekaan untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan kekayaan budaya yang sangat beragam, namun tetap bersatu sebagai satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang bertanah air satu, berbagai ragam budaya dan adat kita tampilkan. Ini sekaligus agar masyarakat mengetahui bahwa bangsa kita sangat besar, sangat beragam dan sangat majemuk sehingga bisa bersatu menjadi satu kesatuan NKRI,” jelas Mas Ibin.
Mas Ibin menyebut, konsep dasar BEN Carnival dari tahun ke tahun tetap mempertahankan keberagaman budaya. Namun, pemerintah terus melakukan inovasi pada sisi tata acara, tampilan, hingga pengaturan ruang bagi penonton.
Salah satu perubahan yang terlihat tahun ini adalah penggunaan pagar pembatas yang lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih leluasa melihat dan menikmati pertunjukan.
“Layout-nya, inovasinya, kemudian hal-hal yang terkait dengan tampilannya selalu kita perbaiki. Masyarakat juga melihat ada perbaikan. Kalau kemarin mungkin dipagar besi penuh, sekarang pagarnya lebih pendek sehingga masyarakat bisa leluasa melihat dan menikmati,” tandas Mas Ibin.
Mas Ibin menegaskan bahwa, kegiatan yang melibatkan masyarakat tetap menjadi perhatian. Menurutnya, efisiensi lebih diarahkan pada internal pemerintahan, sedangkan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat tetap diupayakan berjalan maksimal.
“Efisiensi itu dalam artian kami berusaha menghemat di internal pemerintahan. Tapi dalam hal acara dan melibatkan masyarakat, kami akan memperbanyak,” tegasnya.
Mas Wali Syauqul Muhibbin menambahkan bahwa, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, berbagai kegiatan yang menghadirkan masyarakat diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah dan warga kota Blitar.
“Selain menjadi hiburan, BEN Carnival juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai adat dan budaya Nusantara. Ada upaya pada event mendatang rute BEN Carnival dapat diperpanjang sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati pagelaran budaya tersebut,” imbuhnya.
Mas Ibin berharap penyelenggaraan BEN Carnival dapat semakin memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota budaya sekaligus daerah yang menarik untuk dikunjungi.
“Dengan seperti ini harapannya Kota Blitar akan identitasnya lebih kuat sebagai kota budaya, sekaligus sebagai kota yang patut dikunjungi karena banyak hiburannya yang terkait dengan kebudayaan dan keberagaman,” pungkas Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin.(Adv).***










