KAI Daop 7 Pastikan Perjalanan KA Aman dan Normal Pasca Temperan KA Kahuripan

Filesatu.co.id, MADIUN | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasionalnya tetap aman, lancar, dan berjalan normal pascakejadian temperan yang melibatkan KA 274 Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar dengan seorang laki-laki di KM 115+3/2 jalur hulu, petak jalan Kertosono–Blitar, sekitar sinyal masuk Stasiun Sukomoro, Sabtu (22/8/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.11 WIB setelah masinis KA 274 Kahuripan melaporkan kejadian kepada petugas. KAI Daop 7 Madiun segera melakukan koordinasi dengan PPKA Stasiun Sukomoro, petugas pengamanan, serta pihak terkait untuk memastikan kondisi sarana dan jalur kereta api.

Bacaan Lainnya

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, memastikan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi sarana KA 274 tetap aman.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh masinis, kondisi sarana KA 274 dinyatakan aman. KAI juga telah melakukan koordinasi dengan petugas terkait untuk memastikan kondisi jalur aman sehingga perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal,” ujar Tohari.

KAI memastikan kejadian tersebut tidak berdampak terhadap keselamatan maupun kelancaran perjalanan kereta api lainnya di wilayah Daop 7 Madiun. KA 274 Kahuripan tercatat mengalami keterlambatan selama enam menit, tiba di Stasiun Sukomoro pukul 10.12 WIB dan kembali berangkat pada pukul 10.17 WIB.

Sementara itu, penanganan korban dilakukan melalui koordinasi KAI Daop 7 Madiun dengan Polsek Sukomoro. Berdasarkan informasi sementara, korban merupakan orang tidak dikenal (OTK) berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia 55–60 tahun.

Hingga informasi tersebut disampaikan, identitas korban belum diketahui. Proses penanganan selanjutnya dilakukan bersama pihak kepolisian.

Tohari menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut sekaligus belasungkawa kepada keluarga korban.

“KAI Daop 7 Madiun menyayangkan kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkap Tohari.

Pasca kejadian, KAI Daop 7 Madiun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak berada di area jalur kereta api, baik untuk berjalan, duduk maupun melakukan aktivitas lainnya.

Jalur KA merupakan area yang diperuntukkan bagi perjalanan kereta api dan memiliki risiko keselamatan yang sangat tinggi bagi masyarakat yang berada di dalamnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jangan berada di jalur KA karena kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Tohari.

KAI Daop 7 Madiun terus melakukan pemantauan terhadap perjalanan kereta api di wilayah operasionalnya dan memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman, lancar, serta normal, dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Keselamatan adalah prioritas utama, perjalanan kereta api aman dan masyarakat pun nyaman,” pungkas Tohari.(hms/an)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *