Komisi II DPRD Banyuwangi Studi ke Kota Batu, Kupas Sinergi Pertanian dan Pariwisata

Ket Foto: Rombongan Komisi II DPRD Banyuwangi melakukan studi ke Batu. Foto: Istimewa.

FIlESATU.co.id, Bayuwangi| Komisi II DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Jawa Timur. Kunjungan ini fokus pada studi optimalisasi dan sinergi sektor pertanian dengan pariwisata. 

Anggota Komisi II, Inayanti Kusumasari, S.E., menilai Kota Batu berhasil membangun hubungan simbiosis mutualisme antara dua sektor tersebut. Pertanian jadi penopang utama daya tarik wisata melalui konsep agrowisata. Sebaliknya, pariwisata membuka pasar lebih luas dan memberi nilai tambah ekonomi bagi petani.

Bacaan Lainnya

“Kita tertarik dengan konsep simbiosis mutualisme ini. Harapannya bisa kita implementasikan di Banyuwangi, khususnya wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Licin dan Kalibaru,” ujar Inayanti di media, Selasa (30/6/2026).

Dari paparan Dinas Pertanian Kota Batu, kondisi alam yang sejuk, tanah subur, dan curah hujan cukup menjadi kunci keberhasilan. Kondisi itu membuat Batu jadi sentra produk unggulan seperti apel, kubis, wortel, brokoli, bunga, dan buah lainnya.

Strategi yang jadi sorotan seperti pembentukan cluster pertanian di setiap desa dan kecamatan. Program ini bertujuan memaksimalkan potensi agribisnis, meningkatkan kesejahteraan petani, mempercepat hilirisasi inovasi, serta memperkuat ketahanan pangan dengan pendekatan terintegrasi.

“Program cluster pertanian potensial ini bisa jadi contoh untuk Banyuwangi,” kata politisi PKB asal Kecamatan Cluring tersebut.

Lebih menarik lagi, cluster hortikultura di Batu sudah bertransformasi jadi pilar utama agrowisata yang populer.

“Pertanian kuat, juga pariwisata bernilai tambah adalah kunci. Ini bukan hanya menekan kemiskinan dan pengangguran, tapi juga memperkuat daya tahan sosial-ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Inayanti menambahkan, Pemkot Batu saat ini juga mengkaji penerapan smart integrated farming. “Konsep pertanian terpadu cerdas ini mengintegrasikan pertanian, peternakan, hingga perikanan dalam satu ekosistem kawasan yang saling terhubung dan berkelanjutan,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *