Bunda Indah: Perjuangan Panjang Para Guru kadang Tidak Terlihat

Filesatu.co.id l, Lumajang | Bupati Lumajang Indah Amperawati menyoroti kondisi para guru yang dinilai masih menghadapi birokrasi panjang dan penundaan hak. Ia menegaskan pemerintah harus segera bergerak jika data dan verifikasi sudah lengkap, bukan membiarkan masyarakat terus menunggu dan bertanya.

“Hari ini hati saya kembali diingatkan, bahwa di balik seragam dan senyum para guru, ada perjuangan panjang yang kadang tidak terlihat. Ada yang mengabdi bertahun-tahun, ada yang sabar menunggu haknya, bahkan ada yang lelah menghadapi birokrasi yang berputar-putar seperti jarum jam yang lupa pulang,” ujarnya Bunda Indah pada awak media Kamis (21/5/2026).

Bacaan Lainnya

Ia juga menolak praktik budaya amplop di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat lahirnya kejujuran, bukan tempat untuk menyiasati aturan.

“Saya tidak ingin ada lagi orang baik yang dipaksa menunggu terlalu lama hanya untuk mendapatkan haknya sendiri. Jangan biasakan budaya amplop. Jangan wariskan ketakutan dan permainan yang membuat dunia pendidikan kehilangan marwahnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan akan menindak tegas pihak yang memberi maupun menerima suap dalam urusan pendidikan.

“Kalau ada yang memberi dan ada yang menerima, keduanya sama-sama merusak masa depan pendidikan kita. Dan selama itu berada dalam kewenangan saya, tidak akan saya biarkan,” katanya.

Ia berharap guru dihormati karena pengabdian, bukan karena kedekatan, uang, atau relasi.

“Saya ingin guru dihormati karena pengabdiannya. Bukan karena kedekatan. Bukan karena uangnya. Bukan karena ‘siapa orang dalamnya’. Pelan-pelan kita benahi,” ujarnya.

Menurutnya, membangun pendidikan tidak hanya soal fisik dan angka, tetapi juga menjaga harga diri para pengajar yang mendidik anak bangsa setiap hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *