Filesatu.co.id, Blitar | Wakil Bupati Blitar H. Beky Hardiansyah di hari pertama masuk kerja mengikuti dan membuka acara panen raya jagung di Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo mewakili Bupati Rijanto. Acara ini berlangsung di balai dusun Balerejo II, Senin (24/02/2025).
Tampak hadir Sekda Izul Marom, Kapolres Blitar Yang diwakili Wakapolres, Dandim 0808, Kadin Pertanian, Kadin DPMD, Sekretaris Komisi II Sarwi Rianto, Forkopimcam Panggungrejo dan sejumlah tamu undangan.
Kabupaten Blitar merupakan satu diantara daerah di Jawa Timur yang dipercaya sebagai daerah penyangga pangan nasional. Mengingat kabupaten ini selalu surplus produksi pertanian. Ini berkat kerjasama antara petani, SKPD terkait, petugas penyuluh pertanian dan perusahaan – perusahaan yang bergerak di bidang pertanian.
Untuk diketahui bahwa, kabupaten Blitar dengan luas wilayah 1508 km² merupakan wilayah agraris, dimana sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB mencapai 46,7%. Dengan melibatkan 70% dari penduduk kita yang berjumlah 1,2 juta jiwa. Artinya ada sejumlah kurang lebih 840.000 orang yang kehidupannya bergantung dari sektor pertanian.
“Kedepan produksi pertanian baik di Blitar selatan maupun kawasan Blitar utara selalu mengalami kenaikan. Untuk itu diminta petugas penyuluh pertanian dan petani untuk selalu berinovasi, termasuk penggunaaan benih bersertifikat,” ungkap Wakil Bupati Blitar, H. Beky Hardiansyah di awal sambutannya.
Wakil Bupati Blitar Beky Hardiansyah juga menyampaikan bahwa, potensi kawasan Blitar selatan tidak kalah dengan Blitar utara. Ini terbukti produksi jagung, kedelai dan lombok dari wilayah ini berlipat dan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini juga memberikan apresiasi keberhasilan para petani jagung di Desa Balerejo. Dan upaya untuk meningkatkan hasil panen mereka agar meningkat drastis maka, kami usahakan untuk membuat sumur bor berpanel surya agar lebih ramah energi. Agar kebutuhan air bersih di musim kemarau dapat terpenuhi, dan hasil panen yang semula hanya satu kali tanam saat ini bisa sampai 3 kali tanam dalam setahun,” jelas Beky Hardiansyah.
Dari sisi jenis komoditas pertanian hampir semua komunitas pertanian mempunyai potensi untuk dikembangkan di kabupaten Blitar, mulai dari tanaman padi, jagung, kedelai maupun komunitas holtikultura seperti cabe, melon, semangka, nanas, manggis dan lain-lain.
“Melihat kondisi tersebut sektor pertanian menjadi sangat penting untuk diperhatikan dan sebagai upaya peningkatan produksi swasembada pangan. Pemerintah Kabupaten Blitar telah melaksanakan berbagai kerjasama sehingga pada hari ini kita bisa panen raya bersama warga Balerejo,” urai Beky Hardiansyah.
Wakil Bupati Blitar Beky Hardiansyah juga menyampaikan bahwa, Panen jagung kali ini lebih melimpah dan berkualitas, untuk diketahui bahwa tahun 2024 lahan tanam jagung di kabupaten Blitar seluas 57,351 hektar luas dan panen targetnya 51,744. Karena di tahun 2024 luas tanah targetnya 48,521 hektar jadi ada selisih 3.219 hektar hasil tahun ini.
“Panen tahun ini berkualitas bagus dengan harga yang lumayan bagus karena memang kebutuhan jagung di tempat ini sangat banyak, selain konsumsi juga untuk pakan ternak ayam,” imbuh Beky.
Untuk mencapai keberhasilan bukan hanya menjadi tanggung jawab para petani saja namun, termasuk tanggung jawab para generasi muda karena, generasi muda di wilayah kita jangan gengsi untuk menjadi petani milenial, karena dengan kecanggihan teknologi saat ini, Wakil Bupati Blitar yakin mampu meningkatkan produksi pangan di wilayah kabupaten Blitar.
Saya berpesan agar panjenengan semua juga memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan. Ini merupakan cara-cara sederhana dan efektif untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayah kabupaten Blitar.
“Pertanian mulai dari lingkungan keluarga dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah, bisa menciptakan sumber pangan yang berkelanjutan sekaligus memberi tambahan pendapatan dari keluarga,” pungkas Beky Hardiansyah.(Pram/Adv/Kmf).










