Filesatu.co.id, Sumenep | Wakili Bupati Sumenep KH Imam Hasyim Buka Pelatihan Santripreneur 2026. Kegiatan tersebut memberikan semangat para santri untuk memiliki jiwa wirausahawan dengan kompetensi yang berdaya saing kuat, Yayasan AR- RUHAMA Loncheng Santripreneur Camp 2026. Senin (6/10/2026)
Kegiatan pelatihan pembuatan Gula Semut Merah Santripreneur 2026 yang berlokasi di Desa Kardulul, Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep di buka Wakil Bupati Sumenep KH.Imam Hasyim.
Dalam Sambutannya, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim mengapresiasi kegiatan tersebut. Beliau menyoroti bahwa agama mewajibkan umatnya untuk bekerja mencari nafkah, menjelaskan bahwa konsep pesantren sebenarnya telah mendorong penerapan entrepreneurship sejak lama. Contoh yang diberikan adalah Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya seorang nabi dan rasul, tetapi juga seorang pedagang yang sukses.
“Jangan salah persepsi tentang zuhud. Konsep pesantren terhadap entrepreneurship telah diterapkan oleh para ulama, contoh terbaik kita Nabi Muhammad juga berdagang, santri harus terus berpikir bagaimana mengamalkan agama di bidang entrepreneurship,” tutur Wakil Bupati.
Dia menambahkan bahwa santri harus terus berpikir bagaimana mengamalkan agama dalam bidang entrepreneurship. Peran Santripreneur dalam masyarakat pun dipertegas, bahwa menjadi “saleh” tidak hanya dalam artian ritual, tetapi juga dalam arti sosial dan finansial.
Menurut Wakil Bupati menjadi entrepreneur adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, tetapi jika niatnya baik dan dilandasi dengan tekad untuk kemandirian dan kebaikan umat, maka menjadi seorang wirausaha dapat dijadikan sebagai ibadah yang berkelanjutan.
“Santri tidak hanya saleh secara ritual namun juga saleh secara sosial dan finansial. Maka disini pentingnya santripreneur terus dibangun agar para santri memiliki kelengkapan peran ditengah masyarakat, para santri sudah waktunya melangkah jauh kedepan menjadi wirausaha, kemandirian agar tidak tamak. Menjadi entrepreneur tidak mudah, niatkanlah menjadi seorang wirausaha pengusaha itu sebagai ibadah asal niatnya baik untuk kebaikan kemandirian amal saleh amal jariyah. Jangan pernah ragu untuk memulai berwirausaha,”ungkapnya.
Sementara, ketua Yayasan AR- RUHAMA KH. Wildan Firdaus menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk membekali mereka para santri menjadi entrepreneur yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga mampu membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa.
“Agar bagaimana menjadi entrepreneur yang bisa membawa kebahagian, kesejahteraan bagi diri, keluarga dan bangsanya. Mendapatkan trik-trik khusus menjadi santripreneur sejati.”ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar peserta Santripreneur dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama, memperoleh pengetahuan yang tidak hanya berharga, tetapi juga praktis dalam mewujudkan visi mereka sebagai seorang wirausaha.***









