Filesatu.co.id, SIDOARJO | MI Darussalam (Madrasah Ibtidaiyah) Sidorejo di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, kembali menghadirkan potret buram kondisi sarana pendidikan dasar. Madrasah yang berdiri sejak tahun 1952 ini diketahui belum tersentuh renovasi berarti dalam kurun waktu cukup panjang. Kondisi memprihatinkan tersebut telah dirasakan setidaknya sejak tahun 2015, seiring keterbatasan anggaran yang hingga kini belum menemukan solusi menyeluruh (14/1/2026).
Gedung MI Darussalam Sidorejo terdiri atas dua lantai dan saat ini menampung sekitar 198 siswa, dengan 6 ruang kelas yang digunakan untuk 8 rombongan belajar (rombel). Pada lantai dasar, dinding tampak kusam dan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sementara di lantai dua, kondisi bangunan memunculkan keprihatinan lebih serius. Lantai yang masih menggunakan material kayu terlihat usang, rapuh, bahkan berlubang di beberapa titik, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan reflektif di tengah masyarakat: mungkinkah situasi seperti ini terus dibiarkan? Di saat berbagai program peningkatan mutu pendidikan terus digaungkan, realitas di MI Darussalam Sidorejo justru memperlihatkan adanya jarak antara wacana kebijakan dan kondisi nyata di lapangan.
Pendidikan yang kerap disebut sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia tampak kehilangan maknanya ketika fasilitas dasar belum sepenuhnya terpenuhi. Ironi terasa semakin kuat, mengingat madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, nilai keilmuan, serta moral generasi muda.
Di tengah keprihatinan tersebut, berkembang sindiran halus di kalangan warga: apakah bangunan MI Darussalam Sidorejo masih sepenuhnya dipandang sebagai sarana pendidikan aktif, atau perlahan menyerupai bangunan lama yang seolah menunggu pengakuan sebagai cagar budaya? Ungkapan ini bukan penilaian resmi, melainkan cerminan kegelisahan atas lamanya waktu tanpa perbaikan signifikan.
Perlu ditegaskan, dalam konteks ini tidak ada niat untuk menyalahkan pihak mana pun. Sorotan ini semata-mata dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan pendidikan dasar. MI Darussalam Sidorejo bukan sekadar bangunan yang menua, melainkan ruang harapan bagi ratusan anak. Ketika kepedulian tumbuh, diharapkan solusi pun dapat ditemukan demi masa depan generasi penerus bangsa.




