Panitia Resmi Aktifkan 25 Lapak UMKM Lokal di Turnamen Voli Terpal Sevent Cup 2026 Se-Perumahan BTB

Penulis: Kartono
Editor: Redaksi

Filesatu.co.id, Jember | Lapangan voli fasos RT 07 RW 18 Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB) Jember disulap menjadi pusat perputaran ekonomi warga. Bersamaan dengan dibukanya Turnamen Voli Terpal Sevent Cup 2026 se-Perumahan BTB, panitia secara resmi mengaktifkan 25 lapak UMKM lokal yang siap memanjakan penonton sepanjang turnamen, Sabtu (19/9/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Langkah ini diambil untuk memberikan nilai tambah nyata bagi ekonomi kerakyatan di tingkat rukun tetangga. Turnamen voli terpal yang biasanya hanya menjadi sarana hiburan dan olahraga, kini bertransformasi menjadi festival kuliner dan belanja mandiri yang terintegrasi.

Dalam sambutan resminya, Ketua Panitia Turnamen Voli Terpal Se-BTB, Togas Irianto, menegaskan bahwa esensi utama acara ini adalah kolaborasi dan kemandirian ekonomi komunitas.

“Turnamen voli terpal ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari siapa yang paling jago melakukan smash. Lebih dari itu, ini adalah panggung silaturahmi kita bersama,” kata Togas.

“Kami berkomitmen agar acara ini tidak hanya ramai di lapangan, tetapi juga membawa berkah di dapur warga. Kehadiran 25 lapak UMKM ini adalah upaya bersama untuk menggerakkan ekonomi mandiri. Mari kita pegang teguh prinsip kita: dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” tegas Togas Irianto dalam pidato pembukaannya.

Integrasi olahraga dan ekonomi ini terbukti memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Antusiasme tinggi datang dari para pedagang yang merasakan lonjakan pendapatan secara instan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya turnamen ini. Biasanya kalau malam hari perumahan sepi, tapi sekarang omset jualan saya naik sampai tiga kali lipat,” ujar Erfan, salah satu pedagang.

Menurutnya, tata letak acara tahun ini sangat berpihak pada pelaku usaha kecil.

“Ide panitia membuat konsep lapak mengelilingi lapangan ini luar biasa. Penonton yang lagi tegang nonton voli jadi sering jajan ke stan kami yang letaknya pas di belakang mereka. Acara seperti ini benar-benar menghidupkan usaha kecil warga seperti kami,” kata Erfan.

Dari sisi sosial, kehadiran pusat kuliner dengan konsep tapal kuda ini berhasil memecah ketegangan rivalitas antar-tim. Area di depan lapak UMKM menjelma menjadi ruang silaturahmi yang hangat, tempat warga dari berbagai blok berkumpul, mengobrol santai, dan menikmati hidangan di sela jeda pertandingan.

Turnamen dan bazaar UMKM ini dijadwalkan berlangsung setiap malam hingga malam puncak final pada 26 September 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *