Filesatu.co.id,BATURAJA | KOALISI Masyarakat Peduli OKU menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Sub Bulog Wilayah III Baturaja, yang berlokasi di Jalan Lintas Kemelak Bindu Langit, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis 12 Pebuarui 2026.
Aksi tersebut diikuti puluhan warga dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung terkait dugaan beras bantuan yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
Sejak pagi hari, massa mulai berkumpul di depan kantor Bulog dengan membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan melalui pengeras suara. Aksi berjalan tertib dengan pengawalan dari personel Polres OKU.
Petugas kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Hingga aksi berlangsung, tidak terjadi insiden yang mengganggu ketertiban umum.
Dalam orasinya, massa menyampaikan kekecewaan atas kualitas beras bantuan yang diterima masyarakat. Mereka mengaku menemukan kondisi beras yang tidak sesuai standar konsumsi.
Salah satu perwakilan masyarakat menyebutkan bahwa beras bantuan tersebut diduga telah dioplos. Bahkan, menurutnya, terdapat butiran batu dalam kemasan beras yang dibagikan kepada warga.
“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa beras bantuan ini tidak layak konsumsi. Ada yang menemukan batu dan kualitasnya sangat buruk,” ujar salah satu orator di hadapan peserta aksi.
Massa menilai kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu yang sangat bergantung pada bantuan pangan dari pemerintah.
Koordinator aksi, Anton, menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk membuat keributan, melainkan untuk mencari kejelasan dan solusi atas persoalan yang terjadi.
“Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Kami peduli terhadap masyarakat dan ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar layak,” kata Anton dalam orasinya.
Anton juga meminta agar pihak Bulog OKU dapat menerima perwakilan massa untuk berdialog secara terbuka dan transparan terkait permasalahan tersebut.
Permintaan tersebut kemudian direspons oleh pihak Bulog. Kepala Sub Bulog Wilayah III OKU, Jurniman, bersedia menerima perwakilan massa untuk melakukan audiensi.
Sebanyak 10 orang perwakilan massa dipersilakan masuk ke dalam kantor untuk berdialog langsung di ruang pertemuan bersama pihak Bulog.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan massa menyampaikan sejumlah temuan dan keluhan warga terkait kualitas beras bantuan yang diterima.
Menanggapi hal itu, Jurniman menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan beras bantuan yang tidak layak konsumsi.
Ia menegaskan bahwa Bulog akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap beras yang dimaksud.
“Kami akan mencari kebenarannya dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika memang ditemukan adanya ketidaksesuaian, tentu akan kami perbaiki ke depannya,” ujar Jurniman.
Setelah dialog berlangsung, massa membubarkan diri secara tertib. Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dalam keadaan aman dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian.





