Kawah Ijen Ditutup Sementara, Api Kebakaran Mendekati Pondok Bunder

Penulis: Hms
Editor: Redaksi
Oplus_131072

Filesatu.co.id, Banyuwangi | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pegunungan Ijen, Banyuwangi, belum padam. Api bahkan telah merembet mendekati kawasan Pondok Bunder, jalur pendakian menuju Kawah Ijen, Jumat (4/9/2026).

Akibatnya, akses pendakian ke Kawah Ijen ditutup sementara waktu demi keselamatan wisatawan dan petugas.

Bacaan Lainnya

“Demi keselamatan, pendakian ke Kawah Ijen ditutup sementara. Saya minta seluruh OPD terkait backup penanganan pemadaman kebakaran,” tegas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat memimpin rakor penanganan karhutla, Jumat (4/9/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengatakan titik api pertama kali terdeteksi di kawasan hutan dan perkebunan Pasewaran, Kecamatan Kalipuro, Rabu (2/9/2026). Penanganan langsung dilakukan secara bertahap.

Tim gabungan kemudian melakukan penyemprotan di kawasan TWA Ijen sejak Kamis (3/9/2026) pukul 02.00 WIB, termasuk memantau wilayah hutan Desa Tamansari.

Untuk memperkuat pengawasan, pos pemantauan karhutla didirikan di Paltuding. Pos ini dilengkapi mobil pemadam, kendaraan operasional BPBD, dan personel siaga.

“Kami juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim untuk kemungkinan penanganan lewat jalur udara,” ujar Partana.

Medan berat berupa tebing dan jurang curam membuat akses darat sulit. Karena itu petugas menyiapkan 15 unit jet pump dengan jangkauan semprotan 15 meter.

Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Murniawan, menyatakan penutupan jalur pendakian dilakukan untuk mengutamakan keselamatan.

“Hari ini memang jadwal tutup karena ada kegiatan Rijig-rijig Kawah Ijen. Karena ada kebakaran, kita tutup mulai hari ini sampai waktu yang tidak ditentukan, menunggu api padam,” jelas Patria.

Ia menyebut api semakin membesar dan sudah masuk kawasan TWA Ijen di sekitar Pondok Bunder. Bersama tim, pecinta alam, pelaku usaha, dan warga, upaya pemadaman terus dilakukan.

Angin kencang di lokasi juga berpotensi mempercepat penyebaran api.
“Kami imbau masyarakat dan wisatawan bersabar serta mengikuti informasi terbaru dari petugas. Jangan memaksakan masuk kawasan selama masih ditutup,” pintanya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *