Kasus Kematian Putri Apriyani di Indramayu: Diduga Dibunuh Oknum Polisi Pacarnya

Gambar Iustrasi pembunuhan
Gambar Iustrasi pembunuhan

Filesatu.co.id, INDRAMAYU | KEMATIAN tragis Putri Apriyani (21) menggemparkan warga Indramayu. Putri ditemukan tewas dengan luka bakar parah di sebuah kamar kos di Blok Ceblok, Desa Singajaya, pada Sabtu (9/8/2025) dini hari. Pihak keluarga mencurigai Putri menjadi korban pembunuhan yang melibatkan pacarnya, seorang oknum polisi berinisial SN.

Menurut Ilyas, Ketua Karang Taruna Desa Singajaya, warga mendengar tangisan perempuan sekitar pukul 02.30 WIB. Tak lama setelah itu, dua pria terlihat meninggalkan lokasi dengan sepeda motor. Pagi harinya, warga menemukan jasad Putri dengan kondisi wajah gosong, sementara pakaiannya masih utuh, menguatkan dugaan adanya pembakaran yang disengaja.

Bacaan Lainnya

Putri, anak bungsu dari dua bersaudara, sudah bekerja di sebuah apotek selama hampir tiga tahun. Rekan kerjanya menyebut Putri tampak lebih bahagia setelah menjalin hubungan dengan pacar barunya.

Toni RM, kuasa hukum keluarga korban, mengungkapkan dugaan motif pembunuhan terkait uang. Ayah korban, Karja, menjelaskan bahwa Putri sempat diminta mengambil uang kiriman ibunya dari luar negeri sebesar Rp35 juta. Namun, Putri tidak berhasil mengambil uang itu dan kemudian hilang kontak.

Dugaan motif uang ini juga diperkuat oleh kesaksian Rina. Menurut Toni, Rina mengaku dihubungi oknum polisi SN dua hari sebelum kejadian untuk meminjam nama sebagai syarat pinjaman bank. Dugaan ini kini tengah didalami oleh penyidik.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain tiga unit ponsel—dua milik korban dan satu milik pacarnya—serta sepeda motor pacar korban. Kasus ini diselidiki dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan/atau Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. Jika unsur pembunuhan berencana ditemukan, Pasal 340 akan ditambahkan.

Saat ini, oknum polisi SN telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan tengah diburu. Toni RM meminta masyarakat memberikan informasi jika mengetahui keberadaan SN. Peristiwa ini juga menimbulkan keresahan di kalangan warga karena kos tersebut sering dikunjungi tamu luar dan pernah digerebek aparat.

Keluarga dan warga berharap polisi segera mengungkap fakta dan menangkap pelaku agar misteri kematian Putri Apriyani dapat segera terungkap.

 

Tinggalkan Balasan