Filesatu.co.id, KARAWANG | FEDERASI Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit (FSP TSK) – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Karawang hari ini memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 mereka. Acara syukuran yang digelar sederhana di Aula Disnakertrans Karawang ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah.
Mengusung tema “52 Tahun Mengabdi, Menyatukan Kekuatan, Menjaga Harapan, dan Bersatu untuk Kesejahteraan Buruh,” perayaan ini menegaskan komitmen FSP TSK-SPSI dalam membela hak-hak dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Kehadiran Pejabat Tinggi dan Harapan untuk Sektor TSK
Syukuran ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Sekda H. Asep Aang Rahmatullah, Kepala Disnakertrans Hj. Rosmalia Dewi, Ketua APINDO Karawang Abdul Syukur, serta perwakilan dari Polres Karawang.
Dion Untung Wijaya, Ketua FSP TSK-SPSI Kabupaten Karawang, mengungkapkan rasa bangganya atas perjalanan organisasi selama 52 tahun. “Semoga acara ini bisa mempererat tali silaturahmi, baik sesama pekerja maupun antar pekerja dengan pengusaha dan tentunya dengan pemerintah daerah,” tutur Dion. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Karawang dalam acara yang diikuti oleh sekitar 100 anggota dan tamu undangan ini.
Dion menekankan pentingnya sektor Tekstil, Sandang, dan Kulit (TSK) sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Karawang. “Kami berharap sektor ini bisa terus bertahan dan berkembang, karena ini adalah tulang punggung penyerapan tenaga kerja di daerah kita,” tambahnya.
Pesan Disnakertrans: Kekompakan di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Karawang, Hj. Rosmalia Dewi, mengucapkan selamat atas HUT ke-52 SPSI TSK. Ia berpesan agar organisasi ini senantiasa menjaga kekompakan dan keharmonisan, baik di internal anggota maupun dalam hubungan dengan perusahaan-perusahaan di Karawang.
Rosmalia juga menyoroti kondisi perekonomian dunia yang sedang tidak stabil, yang berdampak pada industri TSK yang berorientasi ekspor. “Dengan kondisi ini, kita semua harus saling mengerti dan memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya bagi pengusaha untuk menjalin hubungan baik dan memahami kondisi pekerja, begitupun sebaliknya, pekerja diharapkan dapat memahami tantangan ekonomi saat ini.
Pesan ini menggarisbawahi perlunya sinergi antara semua pihak untuk menjaga stabilitas dan produktivitas di tengah ketidakpastian ekonomi.




