Filesatu.co.id, Lumajang | Aksi pencurian hewan ternak kembali meresahkan warga Lumajang. Dua ekor sapi milik P. Noh, seorang jagal sapi di Dusun Ketindan, Desa Tempursari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, raib digondol maling, Senin (26/10/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi di saat warga terlelap itu membuat pemilik harus menelan kerugian puluhan juta rupiah.
Menurut keterangan warga sekitar, pemilik baru mengetahui sapinya hilang sekitar pukul 02.00 WIB. Kejadian bermula saat penjaga kandang meninggalkan kandang yang berada dipinggir jalan untuk makan, namun sekembalinya dua ekor sapi sudah tidak ada di tempat.
“Ditinggal makan sapinya sudah tidak ada, dua ekor. Diperkirakan kerugian mencapai empat puluh juta rupiah,” kata warga di lokasi kejadian.
Kandang sapi milik P. Noh sendiri diketahui berada di pinggir jalan, yang seharusnya mudah terpantau, namun justru menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan.
Perangkat Desa Tempursari membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut. Kaur Umum Desa Tempursari, Kholib, menyebut korban merupakan mertua dari Sekretaris Desa Tempursari.
“Infonya kejadian tadi malam, pak Noh jagal mertua dari Sekretaris Desa,” kata Kholib saat dikonfirmasi di kantornya.
Kasus pencurian di Kabupaten Lumajang sudah sering terjadi. Tokoh masyarakat lumajang Arsyad Subekti menyatakan kerugian Rp40 juta tentu bukan angka kecil bagi peternak atau jagal. Ini adalah aset mata pencaharian yang hilang dalam semalam.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak:
Bagi masyarakat perlu penguatan sistem keamanan kandang, seperti penerangan yang memadai, pemasangan CCTV, kunci ganda, dan sistem jaga bergilir. Kandang di pinggir jalan memang strategis, namun juga berisiko tinggi.
Bagi Pemerintah Desa: Perlu diaktifkannya kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan ronda malam secara konsisten, bukan hanya saat ada kejadian. Pendataan ternak warga dan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas/Babinsa juga penting.
Bagi Aparat Penegak Hukum: Warga menanti langkah cepat dan tegas dari Polres Lumajang untuk mengungkap pelaku dan memutus mata rantai pencurian hewan yang kerap meresahkan.
“Keamanan ternak adalah keamanan ekonomi warga. Jangan sampai warga yang sudah bekerja keras memelihara ternak, harus kehilangan begitu saja karena lemahnya sistem pengamanan lingkungan,” kata Arsyad
Sementara itu Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Eko Budi Laksono ketika dikonfirmasi membenarkan terkait kejadian tersebut. “Iya mas, sudah laporan, “, terangnya Via telepon.
Namun, pihaknya belum memberikan keterangan ketika ditanya apa langkah polres lumajang mengantisipasi maraknya kejadian pencurian sapi yang terjadi akhir akhir ini.*









