Filesatu.co.id, Madiun | Sebagai bentuk pencegahan stunting, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan sosial berupa Natura. Total bantuan, mencapai 1681 paket. Setiap paket berisikan telur, susu dan biskuit.
Pendistribusian Bansos Natura 2025 dijadwalkan sepekan. Dengan melibatkan pilar sosial, tagana, pendamping PKH serta SLRT. Sesuai schedule, pendistribusian dimulai dari Kecamatan Saradan, Gemarang, Mejayan, Pilangkenceng, Balerejo, Wonoasri dan Wonoasri. Hari ini, pendistribusian lanjut ke Kecamatan Jiwan, Sawahan dan Madiun. Besok dan lusa, giliran Kecamatan Geger, Dagangan, Wungu dan Kare.
Kepada awak media, Plt Kadinsos, Hendro Suwondo mengatakan bahwa pencegahan stunting melibatkan banyak pihak. Hampir semua OPD, Dinsos salah satunya.
“Kita disini sifatnya supporting. Pencegahan stunting itu melibatkan banyak OPD. Masing-masing memiliki peran,” terang Hendro, Kamis (24/07/2025).
Adapun jumlah bantuan, lanjut Hendro, mengacu pada data hasil timbang bulan Mei 2025.
“Total paket bantuan 1681 paket. Isinya telur 1 kilo, susu 2 liter dan biskuit. Acuan kita pada data hasil timbang bulan Mei kemarin,” tambahnya.
Di Kabupaten Madiun, penurunan angka stunting cukup signifikan. Berdasarkan data 2022, stunting di kampung pesilat mencapai 15,59 persen. Kemudian 2023 turun di angka 11,66 persen. Pada tahun 2024, prevalensi stunting kembali turun di angka 7,33 persen. Saat ini, Kabupaten Madiun berhasil menekan angka stunting di 5,35 persen.
Masih dikatakan Hendro, pencegahan stunting sejak dini dinilai cukup optimal ketimbang pengobatan. Beragam upaya pun telah dilakukan sehingga prevalensi stunting di Kampung Pesilat dapat turun signifikan.
“Banyak upayanya. Mulai dari pemberian vitamin bagi keluarga baru, gizi kepada ibu mengandung dan seperti sekarang, Bansos Natura untuk Balita,” imbuh Hendro.
“Target Pak Bupati, Madiun sebisa mungkin zero stunting. Kebutuhan nutrisi harus dicukupi sejak dini. Kesehatan balita kita saat ini, adalah bekal kuat mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Madiun Dedy Anggoro berpesan kepada para penerima Bansos Natura.
“Bansos ini untuk balita nggih, untuk putra putrinya. Bukan untuk orang tuanya,” pesan Dedy di lokasi pendistribusian.
Di tempat yang sama, Wiwik, salah satu penerima Bansos Natura mengaku cukup senang atas perhatian pemerintah Kabupaten Madiun.
“Ya mas alhamdulillah. Ini anak saya usia 2 tahun. Kalau makan sih gak susah, lahap kok. Untuk berat badan cukup, tingginya yang kurang. Maklum mas, bapak ibunya juga pendek,” ujarnya singkat.





