Filesatu.co.id – Sabtu, 30 Agustus 2025, masyarakat Banyuwangi berkumpul di kawasan LMD Rimba Ayu, Songgon. Mereka mengikuti aksi Banyuwangi Berseri, sebuah gerakan penghijauan dengan menanam 1000 pohon di tepi Sungai Badeng. Kegiatan ini dirancang untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Pramuka ke-64.
Acara ini diinisiasi oleh Radio Suara Banyuwangi dan Kelompok Pecinta Alam Elang Raung. Kolaborasi melibatkan Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Gerakan Pramuka Banyuwangi, hingga Pemerintah Kabupaten. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam menjaga alam.
Kegiatan dimulai dengan upacara Pramuka, dilanjutkan dengan penyerahan bibit pohon, lalu penanaman bersama. Sejumlah tokoh hadir, termasuk Wakil Bupati Banyuwangi yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, Mujiono. Turut serta jajaran Perhutani, Forpimka Songgon, serta Ketua Kwarran Kecamatan Songgon, Sujiono.
Dalam sambutannya, Mujiono menegaskan, “Jayalah Pramuka dan jayalah Indonesia.” Ia menyebut bahwa aksi menanam pohon merupakan wujud nyata peringatan Hari Pramuka dan Hari Kemerdekaan, serta menjadi sarana edukasi bagi siswa.
Wakil Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Indra Gunawan, mengatakan bahwa Perhutani bangga bisa hadir di tengah masyarakat dalam menjaga hutan. “Diharapkan kelestarian alam dari hulu hingga hilir tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Kwarran Kecamatan Songgon, Sujiono. Menurutnya, kegiatan Banyuwangi Berseri sangat edukatif, baik bagi siswa maupun masyarakat. Ia berharap program seperti ini terus berkembang dan berkesinambungan.
Aksi menanam pohon ini bukan hanya untuk mempercantik bantaran Sungai Badeng, tetapi juga mencegah erosi, menjaga ekosistem, dan meningkatkan kualitas udara. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Banyuwangi menunjukkan bahwa cinta lingkungan adalah bentuk cinta pada tanah air.
Gerakan Banyuwangi Berseri menjadi simbol bahwa menjaga bumi tidak hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Ribuan pohon yang ditanam hari itu adalah warisan berharga bagi generasi masa depan.




